Breaking News:

Dua Anggota DPRD Kediri Digerebek Warga

Dikhawatirkan berbuat zina, dua orang anggota DPRD Kota Kediri berinisial SR dan AS digrebek puluhan warga perumahan Mutiara Residen

Editor: bakri
KEDIRI - Dikhawatirkan berbuat zina, dua orang anggota DPRD Kota Kediri berinisial SR dan AS digrebek puluhan warga perumahan Mutiara Residen di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren Kota Kediri saat sedang berdua di dalam rumah, Selasa (21/11), sekira pukul 23.00 WIB.

Menurut keterangan PR, salah seorang warga yang ikut melakukan penggerebekan mengungkapkan, sekitar 50 orang warga dari perumahan Mutiara Regensi dan masyarakat sekitar berkumpul lalu bergerak menuju rumah SR di blok A-2. Sebab, SR terlihat memasukkan AS ke dalam rumahnya, satu jam sebelumnya.

“Pak AS diam-diam masuk ke dalam rumah mbak SR, sekitar pukul 23.00 WIB. Warga kemudian berkumpul untuk merencanakan penggerebekan. Satu jam setelah itu, kami bergerak bersama ke rumah mbak SR,” ujar PR, ditemui di rumahnya, Rabu (22/11) siang.

Ketua RT dan RW yang ikut melakukan penggerebekan meminta yang bersangkutan keluar dari rumah secara paksa. Sementara puluhan warga terus berteriak-teriak dari luar pagar. Tidak lama kemudian, SR dan AS pun keluar. Mereka, menemui puluhan warga yang sudah bergolak memanas.

Peristiwa penggerebekan itu ternyata diketahui oleh anggota kepolisian. Sehingga, petugas dari Polres Kediri Kota dan Polsek Pesantren datang ke lokasi. Polisi kemudian mempertemukan kedua belah pihak dalam satu forum.

Ketua RW 12 Edi Setiono mengatakan, di dalam pertemuan tersebut, AS dan SR menunjukkan bukti-bukti bahwa mereka sudah menikah siri. AS dan SR juga mendatangkan langsung saksi dalam pernikahan siri tersebut. Akhirnya, warga bisa menerima.

“Wajar jika warga menggerebek rumah mbak SR. Sebab, saat masuk ke perumahan, dia menunjukkan status belum bersuami. Tetapi, kemudian mbak SR sering memasukkan pak AS ke dalam rumahnya. Anehnya, pak AS selalu bertamu malam hari dan menginap disana. Warga pun menjadi geram. Jangan-jangan telah terjadi perselingkuhan,” kata Edi Setiono menjelaskan.

Terpisah, Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro membenarkan peristiwa penggerebekan dua anggota DPRD Kota Kediri itu. Pihaknya sudah memediasi kedua belah pihak, dan saling menerima.

“Kedua belah pihak sudah dipertemukan. Pak AS dan AR mampu menunjukkan bukti surat nikah siri. Sehingga, warga bisa menerima. Bagi kepolisian yang terpenting adalah mengamankan situasi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bentrokan fisi,” ungkap AKBP Ratno Kuncoro.

Kapolres memahami tindakan warga. Pasalnya, warga mengetahui jika status SR belum menikah. Jika kemudian, rumahnya sering dimasuki oleh pria, kata Kapolres, tentu saja, warga menjadi curiga, akhirnya melakukan penggerebekan.

Sementara itu, SR maupun AS belum bisa dikonfirmasi. Saat berusaha ditemui di rumahnya, yang bersangkutan tidak ada di tempat. Pintu rumah mereka tertutup dan pagar besi di luar juga terkunci.(bjt)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved