Breaking News:

Wali Kota Medan Diperiksa Jaksa

Wali Kota Medan Rahudman Harahap untuk pertamakalinya, Senin (3/12) sore, memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi Sumut

Editor: bakri
* Dugaan Korupsi Rp 1,5 M

MEDAN - Wali Kota Medan Rahudman Harahap untuk pertamakalinya, Senin (3/12) sore, memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi Sumut setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi sejak dua tahun lalu.

Rahudman yang hadir sekira pukul 16.00 WIB terlihat mengenakan pakaian safari khas pejabat berwarna biru muda menumpang mobil Mitsubishi Pajero BK 24 N.

Informasi beredar, ia baru saja mengikuti rapat dengan DPRD Medan. Tak banyak keterangan yang diucapkan orang nomor satu di kota Medan itu ketika ditanyai wartawan. Sembari melepas senyum, ia langsung dipandu jaksa memasuki ruangan pemeriksaan di lantai tiga. “Nanti saya kasih keterangan ya, sabar ya,” kata Rahudman.

Status tersangka itu resmi disandang Rahudman ketika dugaan penyelewengan anggaran tunjangan penghasilan aparatur pemerintahan desa (TPAPD) Kabupaten Tapanuli Selatan 2005 sebesar Rp 1,5 miliar terkuak pada 2006 lalu. Ketika itu Rahudman masih menjabat Sekretaris Daerah Tapsel. Menariknya, pelapor kasus itu tak lain Bupati Tapsel saat itu, Ongku P Hasibuan yang tak lain atasan Rahudman langsung.

Namun penyidik baru menetapkan status tersangka kepada Rahudman pada 2010. Kasus yang mendapat sorotan berbagai elemen masyarakat itu sempat memanas ketika Kejati Sumut pada 2011 sempat menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Belakangan saking maraknya protes yang dilakukan masyarakat, tim penyidik kembali melanjutkan proses hukum tersebut.

Dalam kasus ini, mantan Bendahara Umum Tapsel Amrin Tambunan sudah dijatuhi vonis PN Padangsidempuan tiga tahun penjara. Belakangan hukuman itu diperberat MA menjadi empat tahun dan denda Rp 300 juta.

Hingga pukul 18.00 WIB, pemeriksaan tertutup itu belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Puluhan wartawan pun masih setia menunggui perkembangan pemeriksaan tersebut.(mad)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved