Breaking News:

Awie Diduga Memiliki Pelanggan

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) terus mendalami temuan pabrik produksi ilegal yang digerebek di Jalan Madong

Editor: bakri
* Penggerebekan Pabrik Senjata

MEDAN - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) terus mendalami temuan pabrik produksi ilegal yang digerebek di Jalan Madong Lubis, Medan Perjuangan, Rabu (20/2) kemarin. Ada dugaan tersangka memiliki pelanggan senjata ringan itu yang membeli secara berkala.

Direktur Reskrim Khusus Polda Sumut Kombes Sadono Budi Nugroho memastikan hingga Kamis (21/2) tersangka Awie (40) masih ditahan untuk menjalani pemeriksaan secara intensif. Ia mengatakan belum ada temuan baru dalam pemeriksaan, kecuali tersangka mempertegas kalau ia hanya berperan sebagai teknisi dan reperasi besi.

“Awalnya dia buka bengkel besi. Dan kenapa bisa beralih kepembuatan senjata, masih ditelusuri,” kata Sadono.

Senjata yang tak memiliki izin produksi dan edar itu dijual tersangka dengan sistem jemput bola. Artinya ia hanya bersedia bertransaksi senjata itu terhadap orang yang mendatangi gudang besinya yang merangkap sebagai rumahnya.

Pernyataan tersangka itu menimbulkan dugaan kalau ia sudah memiliki jaringan luas dan pelanggan tetap. Namun untuk memastikan hal itu, Sadono mengaku masih membuktikan alat bukti tambahan.

“Ada beberapa kemungkinan, dan semuanya masih dibutuhkan pembuktian yang lebih akurat,” tukasnya.

Sadono menambahkan, pihaknya masih mengumpulkan data mengenai kepastian sejak kapan produksi senjata itu dilakukan, termasuk sudah berapa banyak yang diproduksi. Ia mengungkapkan sangat khawatir hasil produksi tersangka dimanfaatkan pihak tertentu untuk melakukan kriminalitas di Sumut.

Awie dibekuk polisi dari kediamannya dalam sebuah penyergapan Rabu (20/2) siang kemarin. Rumah di Jalan Madong Lubis, Medan Perjuangan yang merangkap gudang besi itu ditemukan 31 pucuk airsoft gun dengan rincian 21 laras panjang, dan 10 laras pendek. Selama ini tersangka menjual senjata ringan itu dengan harga paling murah Rp 6,5 juta.(mad)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved