Buaya Ditangkap, Dua Mak-mak Teumamong

Kemunculan buaya di rawa-rawa Lampageu, Ujong Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Sabtu (17/8) lalu, menghebohkan

Editor: bakri
Buaya Ditangkap, Dua Mak-mak Teumamong
Warga Desa Lampageu (Ujong Pancu), Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Kamis (29/8) melepas kembali seekor buaya yang ditangkap setelah dua orang warga mengalami kerasukan.
* Perintahkan Buaya Dilepas

BANDA ACEH - Kemunculan buaya di rawa-rawa Lampageu, Ujong Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Sabtu (17/8) lalu, menghebohkan warga setempat. Para pemuda desa setempat pun sepakat menangkap sang predator tersebut, Kamis (29/8) sore. Tiba-tiba dua mak-mak (ibu-red) di gampong tersebut teumamong (kerasukan-red). Dalam racauannya, mak-mak dimaksud memerintahkan warga agar melepaskan buaya tersebut.

Pangkal kejadian itu ketika warga berhasil menangkap buaya tersebut menggunakan seutas tali, sekira pukul 18.00 WIB, kemarin. Lokasi penangkapan berjarak sekitar 200 meter dari tempat pertama kali buaya tersebut terlihat.

Pascaitu, warga pun berbondong-bongdong dihantui rasa keingintahuan mereka terhadap buaya yang senter dibicarakan selama ini.  Buaya berukuran kecil dengan panjang sekitar 1,5 meter itu pun sempat menjadi tontonan warga serta masyarakat desa lain, yang langsung menuju ke Lampageu.

Hewan predator itu akhirnya diamankan di sebuah kolam kering di mushala desa tersebut. Namun, dari luar kerumunan warga itu, siapa menyangka tiba-tiba hawa mistik pun mulai ‘menguasai’ kawasan tersebut. Dua mak-mak yang telah berusia lanjut, Kak Nong (53) dan Nurjanah (55), ibu dari Kamaruzaman, yang ikut menyergap buaya tersebut, tiba-tiba jatuh dan akhirnya teumamong.

Keduanya mengutarakan kata-kata yang hampir sama. Diyakini, kata-kata itu dampak dari penangkapan buaya tersebut.

“Kak Nong mengatakan dirinya salah jalan, sehingga tidak tahu alamat. Demikian pula kak Nurjanah, menyatakan demikian,” kata Abdul Hadi, warga Ujong Pancu, kepada Prohaba, Kamis (29/8) malam.

Sumber Prohaba menyebutkan, dalam kondisi teumamong, Kak Nong dan Nurjanah juga meminta buaya yang ditangkap itu segera dibebaskan ke tempatnya di rawa-rawa. Jika tidak, maka laut akan diledakkan.

“Saya membayangkannya saja jadi takut. Akhirnya, atas keputusan bersama, buaya itu dilepaskan kembali ke tempatnya,” ujar sumber tersebut.

Bahkan, informasi yang dia peroleh, di rawa-rawa itu terdapat tiga buaya, termasuk salah satunya yang sempat ditangkap. “Kami berharap semua akan baik-baik saja, tidak ada kejadian apapun,” kata sumber Prohaba itu.

Pasca-dilepaskan kembali buaya tersebut, kehebohan pun menyeruak. Bahkan, seluruh perangkat Gampong Lampageu bersama Muspika Peukan Bada, langsung menggelar rapat mendadak. Mereka mencari solusi serta langkah yang akan dilakukan.

“Kami bersama keuchik, sekdes, serta perangkat gampong, membicarakan langkah yang akan kami tempuh. Kami juga tidak mengharapkan buaya itu bisa menjadi ancaman. Semoga semuanya berjalan baik,” kata Camat Peukan Bada, Mukhtar Yacob.

Kapolsek Peukan Bada, AKP Syabirin SH, menambahkan pihaknya tetap akan mengintensifkan pengawasan personel di sekitar rawa-rawa. “Warga atau para pendatang juga kami minta berhati-hati saat berada di sekitar rawa-rawa,” pungkas Syabirin.(mir)
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved