Dampak Dualisme UISU, Ratusan Mahasiswa FK Unjukrasa
Ratusan mahasiswa itu meminta kepada yayasan agar segera menyelesaikan legalitas keabsahan ijazah mereka
Ratusan mahasiswa itu meminta kepada yayasan agar segera menyelesaikan legalitas keabsahan ijazah mereka. Tak hanya itu, mahasiswa juga meminta kepada rektor tentang akreditasi dan uang wisuda yang sudah mereka keluarkan, karena dualisme perguruan tinggi swasta itu dianggap mereka belum juga selesai. “Kami minta yayasan dan rektor agar menyelesaikan keabsahan ijasah kami . Bagaimana kami mau jadi PNS jika ijasah kami tak jelas. Jangan sampai lulusan kedokteran UISU tak bekerja,” kata Hidayah, koordinator aksi.
Menuruitnya, jika merujuk kepada surat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi nomer 057/L.1.2.1/ PS/2010 jo Surat Edaran Kopertis Wilayah I nomor 215/K.1.2.1/PS/2013 tanggal 23 Juli 2013 menyatakan tidak akan menerima lulusan UISU al-munawwarah yang kampusnya berada di Jalan Sisingamangaraja Medan sejak tahun 2010. Dimana, surat edaran itu menimbulkan interpretasi yang berbeda sehingga menimbulkan diskriminasi.
Mereka menyesalkan, ada alumni yang diterima sebagai pegawai dan dapat melanjutkan program magisternya, sementara ada juga yang ditolak. Untuk itu lah, ratusan mahasiswa itu berharap kepada dekan dan rektor mereka untuk menyelesaikan permasalahan ini dalam waktu 3x24 jam. Jika rektor tak dapat menyanggupinya, mereka akan kembali melakukan aksi mogok dikampus tersebut.
Baik Rektor UISI al-Muwwarah maupun Dekan Fakultas Kedoketran UISU yang dikonfirmasi, tak berada di tempat. Staf sekretariat rektorat dan yayasan menyatakan, arasan mereka tak berada di tempat, sedang bertugas ke luar kota, sehingga tak seorang pun yang bisa fikofirmasi.(lau)