Pelajar Tewas di Air Terjun
Rahmad Hidayat (16) seorang pelajar SMP Negeri Simpang Keuramat, Aceh Utara, tewas tenggelam di lokasi wisata Air Terjun
Tayang:
Editor:
Hasyim
* Siswa SMK Birueun Mawot di Jalan Raya
LHOKSEUMAWE – Rahmad Hidayat (16) seorang pelajar SMP Negeri Simpang Keuramat, Aceh Utara, tewas tenggelam di lokasi wisata Air Terjun Blang Kolam, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Kamis (8/5) sekitar pukul 16.47 WIB. Korban sempat hilang tenggelam selama dua jam, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dasar kolam terjung.
Remaja malang itu merupakan warga Simpang Empat, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara. Kapolres Lhokseumawe AKBP Joko Surachmanto, melalui Kapolsek Kuta Makmur, Ipda H Sarimin MM, Jumat (9/5) mengakui insiden tenggelam itu. Dijelaskan, korban bersama teman-temannya usai mengikuti Ujian Nasional (UN) bergerak ke Air Terjun Blang Kolam. “Mereka ada sekitar 20 orang dengan mengendarai sejumlah sepeda motor,” ulasnya.
Sesampai di Blang Kolam, mereka pun mulai mandi sekitar pukul 14.20 WIB. Beberapa menit kemudian, korban pun dinyatakan tenggelam. Kawannya sempat melakukan pencarian, namun tidak ditemukan juga. “Selanjutnya kabar itu pun sampai ke kami, sehingga langsung memberitahu ke tim SAR Aceh Utara,” urai Sarimin.
Sekitar pukul 16.30 WIB, tim SAR tiba di lokasi. “Selama 17 menit dilakukan pencaharian oleh Tim SAR, korban pun ditemukan di kedalaman 9,1 meter dalam kondisi sudah meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban pun dievakuasi ke rumah duka,” demikian Ipda Sarimin.
Mawot di jalan raya
Sementara dari Bireuen dilaporkan, Juanda (16), siswa SMK Peternakan dan Pertanian Paya Lipah, Peusangan, Bireuen, tewas dalam kecelakaan di lintas nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya di jalan dua jalur Desa Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Jumat (9/5) sekitar pukul 07.45 WIB.
Keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber beberapa saat setelah kejadian menyebutkan, sebelum kejadian, Juanda remaja asal Desa Asan Mideun, Kutablang, Bireuen, seperti biasanya berangkat dari rumah ke sekolahnya dengan mengendarai sepeda motor. Dalam perjalanan, tepatnya di jalan dua jalur kawasan Desa Pante Gajah Peusangan, sepmor korban menabrak truk tronton bermuatan barang yang datang dari arah yang sama.
Menurut keterangan beberapa saksi mata, sepmor korban melaju di belakang truk yang disopiri Iskandar, warga Kulu Kuta Kutbalang. Saat tiba di jalan dua jalur kawasan Desa Pante Gajah, diduga sepmor korban bersenggolan dengan mobil lainnya yang melintas dari arah yang sama. Namun pengemudi mobil itu diduga langsung tancap gas, sehingga sepmor korban menabrak bagian belakang samping kiri truk tersebut.
Akibat kejadian itu, Juanda terpelanting ke median jalan. Sementara sopir truk itu langsung menepikan mobilnya saat mendengar suara dentuman di belakangnya. Pasca kecelakaan maut tersebut, warga sekitar dan pelintas berhamburan ke lokasi kejadian. Mereka segera melarikan korban ke Puskesmas Peusangan. Namun saat tiba di puskesmas tersebut, nyawa Juanda tidak dapat diselamatkan.
Beberapa saat kemudian, anggota Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Peusangan tiba di lokasi bersama beberapa anggota Satuan Lalulintas Polres Bireuen. Mereka mengatur arus lalu lintas di jalan nasiona tersebut. Selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menarik sepmor korban dan truk itu ke Mapolres Bireuen.
Kasat Lantas Polres Bireuen, AKP Thomas Nurwanto, melalui Kanit Laka Aipda Zulkarnen mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan dari beberapa saksi di lokasi kejadian, truk tronton yang disopiri Iskandar melaju dekat median jalan, dari timur ke barat. Sedangkan sepmor korban datang dari arah belakang.(bah/c38)