Pencuri Sawit Tewas Tertimpa Sawit
Maksud hati ingin mencuri sawit, tapi naas telah membuka kedok. Demikian yang terjadi pada Zulfikar (30)
Tayang:
Editor:
Bakri
SUKA MAKMUE - Maksud hati ingin mencuri sawit, tapi naas telah membuka kedok. Demikian yang terjadi pada Zulfikar (30). Saat mencuri pada Senin (19/5) malam, leher dan kepala warga Krueng Alem, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, itu ditimpa tandan buah segar (TBS) sawit seberat 30 kilogram.
Akhirnya, Zulfikar meregang nyawa sekitar pukul 21.00 WIB, setelah sempat dirawat di Puskesmas Alue Bilie, kecamatan sama. Nyawa Zulfikar tak dapat tertolong lantaran lehernya patah dan mengalami luka dalam di kepala. Timpaan TBS sawit itu telah merusak sel dan otot di lehernya.
Peristiwa itu terjadi ketika Zulfikar bersama pamannya, Syarifuddin (30) dan rekan dia, Syafari, mendodos sawit di sebuah perkebunan milik seorang pengusaha di wilayah itu. “Kini, Syarifuddin dan Syafari diamankan di Kepolisian Sektor (Polsek) Alue Bilie,” kata Kapolsek Darul Makmur, Ipda M Frans kepada Prohaba, kemarin.
Frans mengungkapkan, aksi pencurian sawit tersebut terungkap setelah Syarifuddin dan Syafari memboyong Zulfikar ke Puskesmas Alue Bilie. Kepada petugas Puskesmas, Syarifuddin mengatakan Zulfikar mengalami kecelakaan sepeda motor.
Polisi yang mendapatkan laporan tersebut langsung mendatangi Puskesmas Alue Bilie. Kemudian, memeriksa lokasi kecelakaan lalu lintas, yang dilaporkan Syarifuddin dan Syafari. Setiba di lokasi kejadian, polisi hanya menemukan sepeda motor milik Zulfikar di dalam parit sekitar kebun sawit. Namun, tak ditemukan lecet ataupun tanda-tanda kecelakaan pada sepeda motor itu.
Frans bertambah curiga setelah mendapat keterangan dokter yang menangani pasien, mengenai kondisi leher Zulfikar yang patah akibat tertimpa benda ukuran berat.
Merasa ada kejanggalan, polisi menggali kembali informasi dari Syarifuddin dan Syafari. Alhasil, pada kemarin siang, kedua pemuda tersebut mengaku Zulfikar tewas akibat tertimpa TBS sawit yang dicuri pada kebun milik seorang pengusaha di wilayah itu.
“Setelah diperiksa terpisah, kedua pelaku akhirnya mengaku telah mencuri,” ungkap Frans.
Diduga, ketika mendodos sawit pada malam hari, arit yang diikatkan pada kayu tak setinggi buah yang didodos. Kemudian, Zulfikar berusaha menjinjitkan kaki untuk memuluskan aksi pencurian itu. Malang bagi dia, buah yang didodos malah menimpa kepala Zulfikar.
Kata Frans, polisi sudah mengamankan sejumlah bukti. Di antaranya satu janjang TBS yang dicuri serta dodos dan arit yang digunakan untuk mencuri.(edi)