Lagi, Bayi Dibuang di Pidie

Setelah dua pekan terakhir ini tidak terdengar lagi kasus bayi di buang di Kabupaten Pidie

Editor: hasyim
Lagi, Bayi Dibuang di Pidie
Anggota Polwan Polres Pidie menggendong bayi yang ditemukan di kompleks perumahan Pemkab Pidie, di depan musalla Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Kamis (12/6) sekira pukul 17.30 WIB. Hingga kini bayi tersebut dititipkan di RSU Sigli. PROHABA/M NAZAR

* Masih Berdarah dan Bertali Pusar

SIGLI - Setelah dua pekan terakhir ini tidak terdengar lagi kasus bayi di buang di Kabupaten Pidie. Kamis (12/6) sekitar pukul 17.40 WIB, warga kompleks perumahan Pemkab Pidie di Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, dikejutkan dengan penemuan bayi berkelamin laki-laki yang diletakkan di tingkungan jalan, tepatnya di depan pagar mushalla Kompleks Perumahan Pemkab.

Saat ditemukan bayi itu masih berdarah dan bertali pusar serta dibalut dengan kain warna putih. Polisi masih melidik pelaku yang tega membuang bayi tersebut. Berat dugaan bayi itu sengaja dibuang karena hasil dari hubungan gelap.

Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK, melalui Kapolsek Kota Sigli, AKP Aiyub, kepada Prohaba, Jumat (13/6) mengatakan, bayi yang dibuang di tikungan jalan, tepatnya di depan pagar mushalla Konpleks Perumahan Pemkab di Blang Paseh.

Bayi malang itu awalnya ditemukan Badrul Novis (11) murid SD yang secara kebetulan melintas di jalan tersebut, saat pulang ke rumah. Badrul melaporkan penemuan bayi tersebut kepada ibunya Nanda (31). Kemudian, Nanda menyerahkan kepada Husna (40) seorang bidan yang tinggal di kompleks perumahan Pemkab Pidie. “Dari Husna bayi malang itu diserahkan kepada Polsek Kota Sigli,” kata mantan Kasat Narkoba Polres Pidie itu.

Kata AKP Aiyub, karena kondisi bayi masih berdarah dan bertali pusar, polisi membawa bayi berhidung mancung itu ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chiek Di Tiro Sigli. Sebab, bayi tersebut masih butuh perawatan petugas kesehatan. “Berat badan bayi tersebut 2 kg. Saat ini kondisi bayi itu masih sehat,” katanya.

Mengenai pelaku yang membuang bayi itu, masih dalam penelusuran polisi. Seperti diketahui sebelumnya, jejak kasus bayi dibuang telah terjadi tiga kali dua bulan terakhir ini. Pertama, kasus bayi dibuang di Gampong Paloh Kambuek, Kecamatan Mutiara, Pidie, Jumat (23/5) sekitar pukul 20.00 WIB, yang diletakkan di teras rumah Kafilah Amin. Saat ditemukan bayi berkelamin perempuan itu telah meninggal dunia. Lalu, pasangan suami istri Sapri dan Mona menemukan bayi di pinggir jalan nasional, tepatnya Gampong Crueng Tanjong Kecamatan Padang Tiji Pidie, Minggu (25/5) sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Bayi berkelamin laki-laki itu sampai kini masih dititipkan di ruangan Parinatologi RSU Sigli, lantaran belum adanya pihak yang mengadopsi.(naz)
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved