Breaking News:

Pesta Sabu Bersama Oknum Polisi, Dua Warga Aceh Diringkus di Lubukpakam

Selain menyita sabu-sabu 2,68 gram dan uang Rp 1 juta, polisi turut mendapati satu unit timbangan elektrik

Editor: ariframdan

Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara


PROHABA.CO, MEDAN - Dua warga Aceh diringkus polisi ketika pesta narkoba bersama oknum polisi dan PNS di Desa Tanjunggabus, Lubukpakam, Deliserdang, Selasa (18/11/2014) sore. Merujuk dari barang bukti yang disita, para pelaku terindikasi terlibat dalam sindikat peredaran narkoba. 


MD (33) dan IN (33) yang mengantungi KTP Aceh ditangkap bersama tiga pelaku lainnya saat mengonsumsi sabu-sabu. Belakangan dua pelaku lainnya diketahui sebagai aparatur negara, yaitu DS (33) anggota Polsek Medan Timur berpangkat Bripka dan MK (40) yang masih aktif sebagai PNS di Kantor Camat Beringin, Deliserdang. Satu pelaku lainnya merupakan wanita, SR (38) yang tak lain istri MK. 


Kapolsek Labukpakam AKP K Simanjuntak, Rabu (19/11) siang menjelaskan, penangkapan itu mereka lakukan kemarin petang, setelah mendapat informasi transaksi narkoba di rumah MK. Setibanya di lokasi, polisi justru menemukan pesta narkoba yang dilakukan lima pelaku. 

"Informasinya rumah itu sudah sering dijadikan tempat transaksi narkoba. Pas diintai ternyata ada juga pesta narkobanya. Ya sudah langsung kita gerebek," kata Simanjuntak. 


Polisi masih merahasiakan identitas pelaku karena masih mengembangkan kasus ini. Dugaan kuat para pelaku berperan dalam peredaran narkoba yang melibatkan dua provinsi. Dua pelaku dari Aceh diyakini sebagai kurir narkoba yang kemudian diedarkan di Deliserdang. 


"Kita masih kembangkan. Pastinya ada hal baru nanti kita dapat dari pengembangan ini," lanjut Simanjuntak. 


Kecurigaan kelimanya terlibat dalam sindikat peredaran tak terlepas dari barang bukti yang disita. Selain menyita sabu-sabu 2,68 gram dan uang Rp 1 juta, polisi turut mendapati satu unit timbangan elektrik. Benda inilah yang menguatkan kecurigaan polisi mengenai keterlibatan pelaku sebagai pengedar. 


Terpisah, Kapolsek Medan Timur Kompol Juliani mengakui Bripka DS sebagai anggotanya. Namun ia tak mengenal oknum bintara itu, karena sejak dimutasi dari Polsek Kutalimbaru, DS tidak pernah bertugas. 

"Dia baru delapan bulan ditugaskan di Polsek Medan Timur. Tapi sampai sekarang belum pernah masuk dinas," kata Juliani. 

Juliani mengaku terkejut ketika diinformasikan salah satu anggotanya ditangkap karena terlibat narkoba. Ia pun menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus ini kepada Polsek Lubukpakam agar bisa menjadi pelajaran bagi anggota lain. (mad)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved