Breaking News:

Livi Zheng, Petarung di Hollywood

Baru pertama kali berjumpa dan berhadapan dengan Livi Zheng, yang lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 3 April 1989

Editor: bakri
JAKARTA - Baru pertama kali berjumpa dan berhadapan dengan Livi Zheng, yang lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 3 April 1989, seperti berhadapan dengan kawan lama. Kelincahannya bertutur disertai pasnya gestur membuat wawancara menjadi seperti obrolan sehari-hari. Cair.

Livi bercerita, dirinya pulang ke Indonesia dari Amerika Serikat (AS) sekaligus hendak mewujudkan mimpi-mimpi berikutnya. Tempat-tempat indah di Tanah Air yang dia cintai selalu menggodanya sebagai sutradara film di Hollywood. “Bromo selalu ada dalam bayangan saya,” ujar gadis yang ceplas-ceplosnya khas Jawa Timur itu.

Mimpi tersebut hendak diwujudkan setelah debut filmnya sebagai sutradara berjudul Brush With Danger yang akhir 2014 lalu tayang serentak di AS mendapat sambutan luas. Premiere film ini dihadiri banyak tamu penting Hollywood, termasuk Gubernur Academy of Motion Pictures and Arts (Oscar) Don Hall.

Tidak hanya itu, film Brush With Danger yang dibintangi Livi bersama adiknya Ken Zheng, Nikita Breznikov, Norman Newkirk, Michael Blend, dan Stephanie Hilbert ini masuk daftar layak pilih untuk Academy Award Ke-87 (Oscar 2015) bersama puluhan film lain, seperti Interstellar, The Hobbit: The Battle of Five Armies, dan Transformers: Age of Extinction. “Ada di daftar Oscar untuk film pertama yang saya sutradarai membuka banyak pintu bahkan ketika belum saya ketuk. Setiap tahun ada sekitar 50.000 judul film dan kami ada di daftar terpilih itu,” ujar Livi bengong.

Setelah daftar itu tersiar di www.oscar.org, film yang dibuat di Seattle dan Los Angeles ini diminati di banyak pasar. “Thailand sudah deal untuk 40 provinsi dan tayang pertengahan 2015. Jepang dalam proses negosiasi,” ujar Livi yang bersiap ke Beijing untuk pembuatan film berikutnya.

Selain hendak memahami industri perfilman di Indonesia, di Tanah Air yang dia cintai, Livi mengambil beberapa adegan untuk film ketiganya. Pembuatan film kedua telah selesai dan masuk post production dengan genre action thriller.

Ditanya tentang film Indonesia yang dikenangnya, Livi langsung menyebut Ada Apa Dengan Cinta?.

Livi mengawali karier di Hollywood sebagai stunt person bersertifikat dan produser, saat hendak menjadi sutradara, Livi dihadapkan pada tiga hal yang membuat pelaku industri di Hollywood mengerutkan dahi: Asia, perempuan, dan muda.

Selesai SMA di Beijing, Livi ke AS untuk kuliah ekonomi di University of Washington-Seattle. Selesai tiga tahun dengan predikat excellence, Livi masuk International Honors Society in Economics. Sambil kuliah, Livi juga aktif bertanding sebagai atlet wushu, karate, dan taekwondo. Sebagai atlet, ia mendapat lebih dari 26 medali dan trofi untuk pertandingan antar-klub, antarkota, antarnegara bagian, dan tingkat nasional di AS.

Livi lantas mengambil master tentang produksi film di University of Southern California (USC). “Saya pilih USC karena dosen-dosen USC sangat berpengalaman di Hollywood. Fasilitas sekolahnya sangat bagus, menyerupai sistem studio film besar di Hollywood pada umumnya,” katanya.

Punya masa depan cerah di Hollywood dan kini tinggal di AS, Livi tidak berniat beralih kewarganegaraan. “Berkarya, berkarier, dan cari uang boleh di AS, tetapi kewarganegaraan saya akan tetap: Indonesia,” ujar Livi yang bangga dengan identitasnya sebagai orang Jawa Timur.(kompas.com)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved