Breaking News:

Film Hijab Angkat Tren Jilbab di Kalangan Wanita

Hijab bukan film religi, melainkan film yang mengangkat tren hijab di kalangan perempuan di Indonesia

Editor: bakri
JAKARTA - Hijab bukan film religi, melainkan film yang mengangkat tren hijab di kalangan perempuan di Indonesia. “Jangan terjebak sama judulnya, karena ini adalah film drama-komedi,” ujar Tasya Nur Medina, kakak Zaskia A. Mecca, yang juga terlibat sebagai penata kostum dalam Hijab.

Hijab berkisah tentang persahabatan empat perempuan, yaitu Zaskia sebagai Sari yang memakai jilbab syar’i, Carissa Putri (Bia) yang berjilbab modis, Tika Bravani (Tata) yang mengenakan turban untuk menutupi kepalanya yang botak, serta Natasha Rizky (Anin) yang memilih tak berhijab dan satu-satunya perempuan yang belum menikah di antara mereka.

Ceritanya berawal ketika mereka berkumpul dalam acara arisan. Suami Sari, Gamal (Mike Lucock), menyindir bahwa arisan ini sebenarnya arisan suami karena uangnya berasal dari para suami.

Tata terusik dan mengajak sahabatnya untuk mandiri kembali, setelah lama menjadi istri yang ikut suami. Mereka lantas memulai usaha hijab secara online. Tak disangka, bisnis mereka sukses, bahkan penghasilan mereka lebih besar daripada para suami atau pacar. “Di sinilah, awal konflik dalam film ini,” tutur Tika dalam jumpa pers di Caf Mama, Jalan Bau Mangga, Makassar, Jumat, 16 Januari 2015. Menurut Tika, film ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari, khususnya kehidupan wanita-wanita mandiri.

Dion Wiyoko, yang memerankan tokoh Chaky, adalah kekasih Anin. “Chaky adalah sutradara idealis yang berpretasi dengan karya-karyanya. Dia sangat sayang sama Anin,” ujarnya. Namun Anin tetap berpegang teguh pada prinsipnya untuk memilih tidak menikah.

Menurut Dion, film ini tidak ingin menggurui penonton dalam berhijab. Siapa saja, ujar dia, bisa menonton film ini, tanpa mengenal agama. “Judul dan temanya tentang hijab, karena sekarang di Indonesia trennya juga hijab.”

Menurut Tasya Nur Medina, film ini dekat dengan kisah Zaskia dan dirinya. Mereka membuka usaha serupa dengan tokoh dalam film ini.

“Sejak dua tahun lalu, Zaskia pengin punya cerita hijab,” tuturnya. Sebagai penata kostum, Tasya menjelaskan, dalam film ini, ada tiga tokoh yang mengenakan jenis hijab berbeda. Maksudnya, untuk menerangkan bahwa di Indonesia ada berbagai jenis hijab yang digunakan para wanitanya. “Tapi bukan untuk mengelompokkan hijab itu sendiri,” ujarnya.

Sedangkan Tika menyatakan ini adalah proses syuting ternyamannya. “Karena aku merasa percaya diri dengan yang aku pakai. Aku juga enggak perlu atur-atur rambut karena lagi berhijab,” ujarnya.(*/tic)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved