Breaking News:

Mantan Reje Kampung Celala Dicambuk 100 Kali

Mantan Reje Kampung (keuchik) Celala, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, Umardi bin M Yusuf (42)

Editor: bakri
* Seorang Non Muslim Ikut Dicambuk 

TAKENGON - Mantan Reje Kampung (keuchik) Celala, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, Umardi bin M Yusuf (42) menjalani uqubat cambuk sebanyak 100 kali, karena terbukti melakukan jarimah zina. Demikian juga dengan pasangan non muhrimnya, Fatimah binti Umar (30) yang juga mendapat hukuman cambuk sebanyak 100 kali.

Eksekusi cambuk yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Takengon itu, berlangsung di Halaman Gedung Olah Seni (GOS) Kota Takengon, Selasa (12/4) dengan terpidana sebanyak lima orang. Selain mantan Reje Kampung dengan pasangan nonmuhrimnya, terdapat salah seorang warga non muslim yang terlibat kasus penjualan minuman keras (khamar). Dua orang lagi, merupakan pasangan khalwat. 

Adapun para terdakwa yang menjalani uqubat cambuk, diantarannya, mantan Reje Kampung (Keucik) Celala, Umardi bin M Yusuf (42) sebanyak 100 kali cambuk karena terbukti melakukan zina dengan pasanganya Fatimah binti Umar (30) yang juga mendapat 100 kali cambukan. Kedua terpidana ini, dikenakan sanksi Pasal 33 Ayat (1) juncto pasal 37 ayat (1) Qanun Aceh, Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinawat.   

Berbeda dengan dua orang terpidana mesum lainya, Sarwan bin Sukirno (19) warga Kampung Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing dan pasangan nonmuhrimnya, Nadia Shofia binti Warisi (26) warga Kampung Kuyun Uken, Kecamatan Celala, yang hanya divonis sembilan kali cambuk, namun hanya menjali hukuman sebanyak tiga kali setelah dipotong masa tahanan. 

Kasi Intel Kejari Takengon, Lili Suparli kepada Serambi, Selasa (12/4) mengatakan, terpidana yang menjalani hukuman cambuk sebanyak 100 kali, karena dikenakan sanksi hukum jinayat sesuai dengan Qanun nomor 6 Tahun 2014. “Kenapa terpidana Sarwan  dan Nadia Shofia lebih sedikit, karena masih dikenakan sanksi sesuai Qanun Nomor 14 tahun 2003. Sesuai dengan waktu kejadiannya,” jelas Lili Suparli.  Selanjutnya, Remita Sinaga alias Mak Ucok (60) yang merupakan warga non muslim divonis 30 kali cambuk, namun hanya menjalani 28 kali cambukan setelah dipotong masa tahanan. “Meskipun terpidana ini, non muslim namun harus patuh dengan Qanun yang sudah ditetapkan. Kebetulan dia, terbukti melanggar qanun dengan menyimpan dan mengedarkan minuman keras,” sebutnya. 

Berdasarkan amatan Prohaba, hukuman cambuk yang dijalani para pelaku pelanggar Syariat Islam tersebut, selain disaksikan sejumlah anggota Forkopimda kabupaten setempat, juga ditonton ratusan warga Kota Takengon. Selama berjalannya hukuman cambuk, beberapa warga sempat melontarkan kata-kata bernada mengejek, serta menghujat para terpidana.

Sedangkan terpidana mantan Reje Kampung Celala, Umardi bin M Yusuf yang menjalani hukuman sebanyak 100 kali cambukan, sempat meringis kesakitan. Namun, eksekusi tersebut, tetap dilanjutkan oleh sejumlah algojo yang melakukan cambuk secara bergantian. 

Begitu juga dengan pasangan non muhrimnya, Fatimah binti Umar yang mampu melewati 100 kali cambukan, meskipun terlihat menahan rasa sakit. Uqubat cambuk bagi para pelanggar Syariat Islam itu, berlangsung lancar.(my) 
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved