Tertipu Call Center Palsu, Tabungan Rp 45 Juta Ludes
Mudawati, warga Lampineung, Banda Aceh, Minggu (29/5), menjadi korban penipuan di boks anjungan tunai mandiri (ATM)
Editor:
Bakri
BANDA ACEH - Mudawati, warga Lampineung, Banda Aceh, Minggu (29/5), menjadi korban penipuan di boks anjungan tunai mandiri (ATM) saat mencairkan uang tunai. Tiba tiba kartu ATM miliknya tertelan, lalu ia menghubungi nomor call center yang ternyata palsu yang ditempel pada Box ATM. Akibat kejadian itu tabungan wanita dikuras penipu sebesar Rp 45 juta.
Berdasarkan informasi dihimpun, kemarin, peristiwa itu berawal saat Mudawati akan melakukan penarikan di ATM Bank BNI di kawasan Jalan T Hamzah Bendahara Kuta Alam. Namun kartu ATM miliknya tidak dapat dikeluarkan lagi dari mesin ATM.
Wanita itu lalu menghubungi nomor telepon call center BNI yang tertera di ruang ATM, yang tentu saja dipasang penipu. Sosok yang terhubung di seberang telepon meminta PIN Mudawati agar bisa dibantu. Namun setelah PIN diberikan sambungan telepon langsung diputuskan.
Keesokannya, korban mendatangi Bank BNI untuk memberitahu perihal kartu ATM miliknya yang tertelan. Setelah ditelusuri barulah terungkap jika tabungan wanita itu sudah dikuras Rp 45 juta. Dan kasus itu pun dilaporkan ke Polresta Banda Aceh.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH melalui Kasat Reskrim, Kompol Supriadi MH mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan korban dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan. Polisi akan segera memanggil pihak yang bertanggung jawab terhadap mesin ATM tersebut. “Akan kita panggil pihak yang bertanggung jawab terhadap ATM itu untuk menanyakan mengapa bisa ada stiker di dalam ATM, dan kasus seperti sudah beberapa kali terjadi,” tandas Supriadi.
Sementara Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Aceh (Yapka), Fahmiwati mengatakan, pihak bank harus bertanggung jawab, karena kejadian itu dipicu oleh kelalain pihak bank dalam menjaga keamanan nasabah selama di dalam ruang ATM. “Seharusnya bank melakukan pengawasan agar tidak ada yang bisa menempel stiker call center palsu di dalam ATM, mereka kan punya CCTV, karena itu bagian dari menjaga keamanan dan kenyamanan nasabah,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam kasus itu pihak bank harus bertanggung jawab dengan kooperatif membantu kepolisian dalam mengungkap pelaku kasus tersebut, sebab yang dirugikan merupakan konsumen mereka.
Sedangkan konsumen diminta agar lebih berhati-hati dalam memakai fasilitas ATM agar tidak tidak menjadi korban penipuan. Nasabah diminta jangan memberi PIN kepada siapun walaupun ATM sudah dalam keadaan tertelan.(mun)