Breaking News:

Pemerintah Didesak Lanjutkan Pencarian Korban KM Sinar Bangun

Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) menilai pemerintah gagal menjalankan butir kedua Pancasila setelah menghentikan

Editor: bakri
MEDAN - Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) menilai pemerintah gagal menjalankan butir kedua Pancasila setelah menghentikan sepihak pencarian korban tenggelam KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara. Perwakilan keluarga korban pun menyuarakan agar pemerintah melanjutkan pencarian korban.

Koordinator RSCC, Ratna Sarumpaet mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab melanjutkan proses pencarian sebagai bentuk tanggung jawab melindungi rakyat secara adil dan beradab. KM Sinar Bangun tenggelam pada 18 Juni 2018 dan dinyatakan 164 penumpang yang meninggal hingga kini belum dievakuasi. “Sebagai bukti negara bertanggung-jawab pada rakyat dan bangsa, harus tunduk pada butir kedua Pancasila, yaitu yang Adil dan Beradab,” kata Ratna di Toba Informal Meeting di Medan, Rabu (25/7).

Aktivis HAM, Natalius Pigai juga sangat menyesalkan sikap pemerintah yang menghentikan operasi sebelum seluruh korban dievakuasi. Bahkan menurutnya pemerintah tidak menunjukkan sikap belasungkawa karena tidak mengeluarkan status darurat kemanusiaan.

“Sampai hari ini Jokowi belum pernah katakan darurat kemanusiaan. Kontras dengan cita-cita nawacita, membangun Indonesia adil dan makmur,” kata Natalius.

Salah satu keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun mengaku tidak puas dengan operasi pencarian yang dilakukan  pemerintah. Dia menilai pemerintah kurang serius, karena sepanjang amatannya tim SAR hanya sibuk mengukur kedalaman dan mengambil foto kondisi para korban di dasar danau. “Memang (santunan) Jasa Raharja sudah keluar. Tapi tetap kurang puas. Kami ingin keluarga kami yang tenggelam diangkat,” kata pria yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Belakangan dia membandingkan operasi di danau Toba dengan operasi pencarian pemain sepak bola remaja yang terjebak di gua Tham Luang di Provinsi Chiang Rai, Thailand Utara. “Kalau alasannya faktor kedalaman, sepertinya gua di Thailand diperhitungkan 10 kilometer. Danau Toba hanya sekitar 400 meter,” ujarnya.(mad) 
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved