Breaking News:

Jaksa Tuntut Mati Tiga Pemilik 119 Kg Sabu

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Idi, Aceh Timur, menuntut agar dipidana mati tiga terdakwa pemilik 119 narkotika jenis sabu-sabu..

Editor: Muliadi Gani
FOTO PROHABA/SENI HENDRI
SIDANG pembacaan tuntutan terhadap tiga terdakwa perkara sabu-sabu jaringan internasional dengan barang-bukti 119 kg secara virtual di PN Idi Aceh Timur, Rabu (16/12/2020). 

IDI – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Idi, Aceh Timur, menuntut agar dipidana mati tiga terdakwa pemilik 119 narkotika jenis sabu-sabu.

Ketiga terdakwa yang dituntut pidana mati tersebut terlibat dalam bisnis narkoba antarnegara, yakni Usman AR bin Abdurrahman (47), warga Kecacamatan Syamtarila Aron, Aceh Utara, Sayuti (26) dan Irfan (24) keduanya warga Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Penuntutan tersebut dibacakan oleh tim jaksa yang diketuai oleh Fakhrul Rozi SH, Fajar Adi Putra SH, dan Harry Arfhan SH, dalam sidang agenda pembacaan tuntutan secara virtual yang dipimpin Hakim Ketua Apriyanti MH, bersama dua hakim anggota Khalid SH MH, dan Zaki SH, serta para terdakwa dihadiri oleh penasihat hukumnya Emma Fiana SH, beserta keluarga.

“Menuntut supaya hakim Pengadilan Negeri Idi menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Usman AR bin Abdurrahman, Sayuti bin Abubakar Muhammad, dan Irfan bin Asnawi, dengan pidana mati.

Memerintahkan para terdakwa tetap ditahan, menetapkan sejumlah barang bukti, dan membayar biaya perkara sebesar 2 ribu rupiah,” ungkap JPU Fajar Adi Putra SH, didampingi Fakhrul Rozi SH, dan Harry Arfhan SH yang membacakan tuntutan.

Baca juga: Polda Musnahkan 141 Kg Sabu dan 100.000 Ekstasi, Kapolda Peringatkan Bandar Sabu

Setelah pembacaan tuntutan, Hakim Ketua Apriyanti MH menutup sidang dan mempersilakan para terdakwa untuk melakukan pembelaan dalam sidang lanjutan pada Rabu, 23 Desember 2020.

“Kami akan melakukan pembelaan,” ungkap penasihat hukum terdakwa, Emma Fiana SH. Sementara itu, Kajari Aceh Timur Abun Hasbulloh Syambas MH, melalui Kasi Pidum, Ivan Najjar Alavi MH mengatakan, tuntutan tersebut sudah dikonsultasikan dengan Kejaksaan Agung melalui Kejaksaan Tinggi Aceh, dan ada beberapa hal-hal yang memberatkan perbuatan para terdakwa, sehingga dituntut pidana mati.

Di antaranya perbuatan para terdakwa tidak mendukung kebijakan pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas peredaran narkoba.

Perbuatan terdakwa dapat merusak generasi muda bangsa, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, perbuatan terdakwa dilakukan dengan terencana terlebih dahulu dan melibatkan orang lain, dan perbuatan tersebut sudah dilakukan berulang.

“Karena itu perbuatan mereka dipersangkakan telah melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yaitu menerima narkotika dan menjadi perantara dalam jual beli,” ungkap Kasi Pidum, Ivan Najjar Alavi MH.

Halaman
12
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved