Breaking News:

 Sepertiga Populasi Ikan Air Tawar Dunia Terancam Punah

SEBUAH laporan memperingatkan tentang penurunan populasi yang "parah" pada ikan air tawar di seluruh dunia, dengan hampir sepertiganya terancam punah.

FOTO: ANTARA
Nelayan mengikat ikan air tawar hasil tangkapanya yang akan dijual di Danau Borong Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (24/7/2020). Nelayan kesulitan menangkap ikan air tawar karena habitatnya mulai berkurang akibat penyempitan sawah dan banyaknya rawa yang dijadikan perumahan. 

PROHABA.CO - SEBUAH laporan memperingatkan tentang penurunan populasi yang "parah" pada ikan air tawar di seluruh dunia, dengan hampir sepertiganya terancam punah.

Kelompok pelestari lingkungan mengatakan, 80 spesies ikan tawar diketahui telah punah, bahkan sebanyak 16 spesies punah pada tahun lalu saja.

Jutaan orang mengandalkan ikan air tawar sebagai sumber makanan dan sumber mata pencaharian melalui memancing dan perdagangan hewan peliharaan.

Namun, jumlah populasinya anjlok karena dampak polusi, penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan, serta pembendungan dan pengeringan sungai dan lahan basah.

Laporan tersebut mengatakan, populasi ikan yang bermigrasi telah turun tiga perempat dalam 50 tahun terakhir.

Dalam kurun waktu yang sama, populasi spesies lebih besar, yang dikenal sebagai "megafish", turun 94 persen.

Demikian ungkap laporan bertajuk "The World's Forgotten Fishes", yang dibuat oleh 16 kelompok pelestari lingkungan, termasuk WWF, London Zoological Society (ZSL), Global Wildlife Conservation, dan The Nature Conservancy.

Di perairan Inggris, ikan sturgeon dan burbot telah lenyap, salmon menghilang, dan belut Eropa tetap terancam punah.

Menurut WWF, sebagian besar penurunan populasi disebabkan oleh kondisi sungai yang buruk, sebagian besar lahi disebabkan oleh polusi, bendungan, dan limbah.

Baca juga: Saat Medan Magnet Bumi Terbalik, Apa Dampaknya?

Organisasi itu telah meminta pemerintah untuk memulihkan habitat air tawar melalui penegakan hukum, memperkuat perlindungan dalam RUU Lingkungan dan memperjuangkan serangkaian target global yang kuat untuk pemulihan alam.

Halaman
12
Editor: Muliadi Gani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved