Breaking News:

8 Kali Bermesraan, Mahasiswi Kedokteran Dicambuk 30 Kali

Majelis hakim Mahkamah Syar’iyah (MS) Jantho, Aceh Besar, menjatuhkan hukuman maksimal berupa uqubat takzir cambuk masing-masing 30 kali

Editor: bakri
M Nazar
Algojo mengayunkan sabetan rotan ke punggung salah seorang terpidana dalam proses eksekusi cambuk di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie di Sigli, Selasa (16/6/2020). 

* Pasangannya dari Aceh Jaya

JANTHO - Majelis hakim Mahkamah Syar’iyah (MS) Jantho, Aceh Besar, menjatuhkan hukuman maksimal berupa uqubat takzir cambuk masing-masing 30 kali terhadap dua terdakwa yang kedapatan melakukan jarimah ikhtilath (bermesraan), yakni pria ZF (20) dan perempuan FM (20) di rumah yang ditempati FM. Perempuan ini berstatus mahasiswi fakultas kedokteran pada sebuah perguruan tinggi di Aceh Besar.

Pasangan yang belum menikah ini dinyatakan majelis hakim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah ikhtilath pada Januari 2021.

Sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, ikhtilath adalah perbuatan bermesraan seperti bercumbu, bersentuh-sentuhan, berpelukan, dan berciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri dengan kerelaan kedua belah pihak, baik di tempat tertutup maupun terbuka.

Putusan atas perkara ikhtilath ini dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum, Selasa (23/3/2021) di ruang Sidang Utama Mahkamah Syar’iyah Jantho oleh Majelis Hakim C-1 yang diketuai Muhammad Redha Valevi MH, didampingi hakim anggota: Fadhlia SSy dan Putri Munawarah Ssy.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho melalui Kahumasnya, Tgk Murtadha Lc, kepada Prohaba, Selasa siang mengatakan bahwa vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim itu merupakan hukuman maksimal untuk pelaku ikhtilath sebagaimana ketentuan Pasal 25 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

“Setiap orang yang dengan sengaja melakukan jarimah ikhtilath, diancam dengan uqubat takzir cambuk paling banyak 30 kali atau denda paling banyak 300 gram emas murni atau penjara paling lama 30 bulan,” sebut Tgk Murtadha Lc mengutip isi Pasal 25 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014.

Pertimbangan majelis hakim menjatuhkan uqubat maksimal terhadap sejoli ini, karena perbuatan mereka sangat meresahkan masyarakat Aceh yang kental dengan nilai-nilai islami. Perilaku tersebut juga dinilai hakim tidak menghormati dan mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

“Semoga vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini dapat menjadi pelajaran bagi yang bersangkutan dan masyarakat, khususnya bagi generasi muda agar senantiasa menjaga akhlak dalam pergaulan.

Kepada orang tua yang mempunyai anak yang belum menikah agar dapat menjaga dan mengawasi pergaulan anak-anaknya terlebih dengan lawan jenis supaya tidak terjadi hal-hal yang dilarang dalam agama,” pesan Tgk Murtadha Lc.

Apalagi, menurutnya, yang divonis kali ini salah satunya adalah mahasiswi fakultas kedokteran. “Sebagai kaum terpelajar mahasiswi hendaknya menjadi sebagai katalisator penegakan syariat Islam, bukan justru terjebak sebagai terpidana,” pesan Tgk Murtadha Lc.

Menanggapi pertanyaan Prohaba, salah seorang hakim menerangkan bahwa di antara sejoli itu hanya seorang yang berstatus mahasiswa, yakni FM. Sedangkan cowoknya berprofesi sebagai mekanik sound system di kampungnya, Calang, Aceh Jaya. Permepuan FM pun berasal dari Aceh Jaya, lalu menetap di Aceh Besar selama kuliah.

Ayahnya membelikan rumah untuk ditempati anak gadisnya itu. Lalu, pada suatu hari di bulan Januari lalu, FM memasukkan kekasihnya berinisial ZF yang datang dari Aceh Jaya ke rumah tersebut.

Warga yang curiga lalu menggerebek rumah tersebut. Namun, FM bersikeras bahwa di rumahnya tak ada pria. Warga mendesak masuk dan memeriksa setiap pojok rumah tersebut. Alhasil, seorang pria yang bukan suami FM ditemukan bersembunyi di rumah itu. Warga akhirnya mengamankan keduanya dan menyerahkan kepada Satpol PP dan WH untuk diproses. Di persidangan keduanya mengaku hanya melakukan ikhtilath sebanyak delapan kali, lalu dihukum cambuk masing-masing 30 kali.

Eksekusinya, kata seorang hakim, akan dilakukan di tempat terbuka pada Jumat yang akan datang. (dik/as)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved