Breaking News:

Dua Remaja Pidie Dicambuk 200 Kali

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie mengeksekusi dua remaja dengan 200 kali sebatan rotan yang dipusatkan di Kantor Kejari setempat, Senin (22/3/2021)...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: PROHABA/M. NAZAR
Remaja yang menjalani proses cambuk tunjuk tangan setelah tuntas disebat rotan 100 kali di halaman Kantor Kejari Pidie, Senin (22/3/2020). 

PROHABA, SIGLI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie mengeksekusi dua remaja dengan 200 kali sebatan rotan yang dipusatkan di Kantor Kejari setempat, Senin (22/3/2021).

Proses cambuk tersebut mendapat kawalan dari anggota Satpol PP dan WH Pidie dan Hakim Pengawas Mahkamah Syari'yah Sigli, Drs A Aziz MH.

Kedua remaja yang menjalani hukuman cambuk itu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan jarimah zina dengan anak di bawah umur pada salah doorsmeer di Kecamatan Pidie.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman terhadap RR (19) dan MI (20) masing-masing 100 kali sebatan rotan.

Pantauan Prohaba, Senin (22/3/2021), sebelum menjalani proses cambuk, hakim pengawas dari Mahkamah Syar'iyah Sigli, A Aziz memeriksa lapisan baju yang dipakai kedua remaja itu.

Juga mengarahkan algojo supaya melakukan prosesi cambuk sesuai ketentuan qanun.

Remaja RR pertama kali menjalani sebatan rotan.

Ayunan rotan dari tangan algojo menyebabkan remaja RR itu merintih kesakitan, sehingga ia dua kali meminta dihentikan cambuk, yakni pada sebatan ke-50 dan 80.

Sedangkan remaja MI juga tak mampu menahan rasa sakit saat silih berganti disebat pakai rotan.

MI tiga kali meminta cambuk dihentikan.

Yakni, pada sebatan ke-23, 43, dan 80.

Baca juga: 8 Kali Bermesraan, Mahasiswi Kedokteran Dicambuk 30 Kali

Bahkan, pada sebatan rotan ke-80, MI sempat terjatuh sehingga harus dipapah masuk ke Ruang Pidana Umum Kejari Pidie.

Meski proses sebat kedua remaja tersebut sempat dihentikan, tapi uqubat cambuk yang dijalani keduanya tetap tuntas masing-masing 100 kali sebatan rotan.

Kajari Pidie, Gembong Priyanto SH MHum, kepada Prohaba, Senin (22/3/2022) mengatakan, proses cambuk terhadap RR dan MI terkait perkara zina, yang kejadiannya tanggal 15 Januari 2021 di salah satu doorsmeer di Kecamatan Pidie.

Menurutnya, kasus tersebut melibatkan tujuh laki-laki dan satu perempuan yang masih di bawah umur.

Dari tujuh laki-laki tersebut, tercatat dua orang telah dewasa, yakni RR dan MI yang telah dicambuk masing-masing 100 kali.

Sedangkan pelaku yang di bawah umur telah diserahkan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh untuk menjalani pembinaan.

RR dan MI, setelah menjalani proses cambuk telah dibebaskan.

Keduanya sempat ditahan di Rutan Kelas II B Sigli selama tiga bulan. (naz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved