Breaking News:

Mobil Berisi 30 Kg Ganja Ditangkap Polisi, Hendak Dipasarkan ke Medan

Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Tenggara (Agara) menangkap seorang sopir bersama mobil Toyota Fortuner yang ia kendarai lantaran membawa ganja

FOR PROHABA
Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Tenggara (Agara) mengamankan mobil Toyota Fortuner yang mengangkut 30 kg ganja bersama tersangka SJ (duduk) di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Agara, Sabtu (27/3/2021) sekira pukul 21.30 WIB. 

KUTACANE  - Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Tenggara (Agara) menangkap seorang sopir bersama mobil Toyota Fortuner yang ia kendarai lantaran membawa ganja saat melintas di Desa Kumbang Jaya Kecamatan Badar, Agara, Sabtu (27/3/2021) sekira pukul 21.30 WIB.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Eko Wanito Sulistyo SIK melalui Kasat Narkoba, Iptu Sabrianda, kepada Prohaba, Senin (29/3/2021) mengatakan, awalnya petugas menerima informasi dari warga bahwa ada seorang laki-laki berinisial SJ (41), warga Desa Kuta Buluh, Kecamatan Bambel yang dicurigai membawa ganja dari Desa Lak-Lak menuju Kutacane.

Kemudian, anggota melakukan penyelidikan sehingga mereka mengetahui posisi laki-laki yang diincar tersebut.

Setibanya di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Agara, anggota Sat Resnarkoba melihat sebuah mobil Toyota Fortuner sedang melaju. Mobil tersebut dihentikan. Sopirnya seorang laki-laki yang ciri-cirinya mirip dengan yang diinformasikan warga.

Setelah mobil tersebut dihentikan, petugas melakukan penggeledahan mobil. Di bagian belakang mobil ditemukan dua goni warna putih yang setelah diperiksa ternyata isinya 22 bal ganja kering. Setelah ditimbang, beratnya 30 kg.

Petugas langsung mengamankan laki-laki tersebut beserta barang bukti ganja yang ia angkut dan dibawa ke Sat Res Narkoba Polres Agara untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Menurut Kasat Narkoba, selain 22 bal ganja, polisi juga menyita satu unit handphone merek Nokia warna hitam, satu unit mobil Fortuner warna putih, dan uang tunai Rp 4 juta dari tersangka pelaku.

Kepada penyidik, SJ mengaku bahwa ganja tersebut bukan miliknya. Dia hanyalah kurir dan berprofesi sebagai sopir taksi antarkabupaten dan antarprovinsi yang berdomisili di Kutacane. Ganja tersebut, menurutnya, disuruh bawa seseorang kepadanya untuk dijual di Medan, Sumatera Utara. (as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved