Breaking News:

Terbukti Ikhtilath, Mahasiswi Kedokteran Dicambuk 27 Kali

Tim eksekutor atau algojo Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Besar mencambuk Fera Maulina, mahasiswi fakultas kedokteran sebuah perguruan...

FOTO: FOR PROHABA
Tim eksekutor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Besar sedang melakukan uqubat cambuk terhadap terpidana perkara ikhtilath di pelataran parkir Masjid Agung Almunawarrah Kota Jantho, Jumat (26/3/2021) siang. 

PROHABA, JANTHO - Tim eksekutor atau algojo Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Besar mencambuk Fera Maulina, mahasiswi fakultas kedokteran sebuah perguruan tinggi di Aceh Besar sebanyak 27 kali.

Pasangannya, Zulfahmi, seorang mekanik dari Aceh Jaya, juga dicambuk 27 kali.

Sejoli ini dicambuk karena terbukti bersalah melakukan ikhtilath (bermesraan), perbuatan yang melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Uqubat cambuk dilakukan secara terbuka di pelataran parkir Masjid Agung Almunawarrah Kota Jantho, Jumat (26/3/2021).

Total cambuk yang mereka jalani hanya 27 dari seharusnya 30 kali.

Itu karena, hukuman mereka telah dikurangi masa tahanan tiga bulan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Besar, M Rusli MAP mengatakan, pelanggaran Qanun Hukum Jinayat tergolong tinggi di Aceh Besar, bahkan hampir setiap bulan ada saja terpidana yang disebat atau dicambuk.

Sebagaimana diberitakan Prohaba terdahulu, majelis hakim Mahkamah Syar’iyah (MS) Jantho, Aceh Besar, menjatuhkan hukuman maksimal berupa uqubat cambuk sebanyak 30 kali untuk masing-masing terdakwa Zulfahmi dan Fera Maulina.

Baca juga: 8 Kali Bermesraan, Mahasiswi Kedokteran Dicambuk 30 Kali

Pasangan kekasih ini dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja melakukan jarimah ikhtilath atau bermesraan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum pada Selasa (23/3/2021) di Ruang Sidang Utama Mahkamah Syari’yah Jantho oleh Majelis Hakim C-1 yang diketuai M Redha Valevi MH.

Ketua Mahkamah Syariyah Jantho melalui Humasnya Tgk Murtadha LC, kepada Prohaba, Selasa (23/3/2021) mengatakan, vonis yang dijatuhkan majelis hakim itu merupakan hukuman maksimal untuk pelaku jarimah ikhtilath.

Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 25 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Dalam Pasal 25 disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan jarimah ikhtilath, diancam dengan uqubat cambuk paling banyak 30 kali atau denda paling banyak 300 gram emas murni atau penjara paling lama 30 bulan.

Pertimbangan majelis hakim menjatuhkan uqubat maksimal, ungkap Tgk Murtadha, karena perbuatan yang dilakukan oleh dua sejoli tersebut sangat meresahkan masyarakat Aceh yang kental dengan nilai-nilai Islam.

“Terlebih lagi, perilaku tersebut tidak menghormati dan mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh,” tukasnya.

“Semoga vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya untuk generasi muda agar menjaga akhlak dalam pergaulan,” ucap dia.

Baca juga: Dua Remaja Pidie Dicambuk 200 Kali

Kepada orang tua yang mempunyai anak yang belum menikah, Tgk Murtadha mengingatkan, agar dapat menjaga dan mengawasi pergaulan anak-anaknya, terlebih dengan lawan jenis.

“Supaya tidak terjadi hal-hal yang dilarang dalam agama, konon lagi yang dijatuhkan putusan hari ini adalah salah satu mahasiswi fakultas kedokteran di salah universitas di Banda Aceh,” paparnya.

“Sebagai kaum terpelajar, mahasiswi hendaknya dapat menjadi katalisator penegakan syariat Islam, bukan malah terjebak sebagai terpidana,” pesan Tgk Murtadha LC.

Jarimah ikhtilath, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,  adalah perbuatan bermesraan seperti bercumbu, bersentuh-sentuhan, berpelukan, serta berciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri dengan kerelaan kedua belah pihak, baik pada tempat tertutup atau terbuka.

Terpidana Fera tinggal di rumah yang dibelikan orang tuanya di kawasan Aceh Besar. Pada suatu hari dalam bulan Januari lalu, Zulfahmi datang dari Aceh Jaya dan dibawa menginap oleh Fera di rumah tersebut.

Warga kemudian menggerebek rumah tersebut dan mendapati Zulfahmi di dalamnya.

Kepada petugas Satpol PP dan WH mereka mengaku hanya bermesraan selama berada di rumah tersebut.

Perbuatan inilah yang menyebabkan mereka dihukum cambuk. (as)

Editor: Muliadi Gani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved