Breaking News:

WHO Sebut Ada Empat Skenario Asal-usul Corona

SEBUAH studi gabungan WHO Cina yang menyelidiki tentang asalusul virus Covid-19 mengatakan bahwa penularan virus dari kelelawar ke manusia melalui...

FOTO: AFP
ANGGOTA tim Organisasi Kesehatan Dunia bersiap berangkat untuk kunjungan lapangan hari keempat dari hotel mereka di Wuhan di Provinsi Hubei China tengah pada hari Senin, 1 Februari 2021 

PROHABA.CO - SEBUAH studi gabungan WHO Cina yang menyelidiki tentang asalusul virus Covid-19 mengatakan bahwa penularan virus dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain adalah skenario yang paling mungkin.

Hal itu terungkap dalam sebuah salinan draf yang diperoleh oleh The Associated Press, seperti diberitakan Senin (29/3/2021).

Laporan yang dipublikasi pada hari Selasa kemarin itu, saat ini sedang diawasi dengan ketat karena menemukan asal-usul virus dapat membantu para ilmuwan mencegah pandemi di masa depan.

Namun di sisi lain, laporan itu juga sangat sensitif karena Cina menolak setiap saran bahwa menjadi pihak yang harus disalahkan atas pandemi terjadi saat ini.

Penundaan berulang dalam rilis laporan tersebut telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah pihak Cina mencoba untuk memutarbalikkan kesimpulannya.

“Kami sangat prihatin tentang metodologi dan proses yang masuk ke dalam laporan itu, termasuk fakta bahwa pemerintah di Beijing tampaknya membantu menulisnya,” kata Menteri Luar Negeri, AS Antony Blinken, dalam wawancara CNN baru- baru ini.

“AS telah berbicara tentang laporan itu.

Dengan melakukan ini, bukankah AS mencoba untuk memberikan tekanan politik pada anggota kelompok ahli WHO? “ tanya Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, China Zhao Lijian.

Baca juga: WHO Temukan Petunjuk Baru dari Mana Covid Berasal

Laporan itu sebagian besar didasarkan pada kunjungan tim ahli internasional WHO ke Wuhan, Cina, tempat Covid-19 pertama kali terdeteksi, dari medio Januari hingga medio Februari 2020.

Dalam draf yang didapat AP tersebut, peneliti membuat daftar empat skenario sesuai urutan kemungkinan munculnya virus corona bernama SARS-CoV-2.

1. Berasal dari kelelawar Daftar teratas adalah penularan dari kelelawar melalui hewan lain, yang menurut mereka sangat mungkin terjadi.

Mereka mengevaluasi kemungkinan penyebaran langsung dari kelelawar ke manusia, dan mengatakan bahwa penyebaran melalui produk makanan “rantai dingin” mungkin terjadi, tetapi tidak mungkin.

Kelelawar diketahui membawa virus corona dan kerabat terdekat dari virus penyebab Covid-19 telah ditemukan pada kelelawar.

Namun, laporan tersebut mengatakan bahwa “jarak evolusioner antara virus kelelawar ini dan SARS-CoV-2 diperkirakan beberapa dekade, menunjukkan adanya hubungan yang hilang.”

2. Berasal dari trenggiling Virus yang sangat mirip telah ditemukan pada trenggiling yang merupakan jenis mamalia lain, tetapi juga mencatat bahwa cerpelai dan kucing rentan terhadap virus Covid-19 yang menunjukkan bahwa mereka juga bisa menjadi pembawa virus.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengakui bahwa dia telah menerima laporan tersebut selama akhir pekan.

Baca juga: Covid-19 di Wuhan Lebih Luas daripada yang Diperkirakan

“Kami akan membaca laporan dan membahas, mencerna isinya, dan langkah selanjutnya dengan negara- negara anggota,” kata Tedros dalam konferensi pers di Jenewa.

“Tapi seperti yang telah saya katakan, semua hipotesis ada di atas meja dan menjamin studi lengkap dan lebih lanjut dari apa yang telah saya lihat sejauh ini,” lanjut Tedros.

Dia menolak berkomentar apakah tekanan politik telah memengaruhi laporan tersebut.

2. Pasar makanan laut Draf laporan tidak meyakinkan apakah wabah dimulai di pasar makanan laut Wuhan yang memiliki salah satu kelompok kasus paling awal pada Desember 2019.

Penemuan kasus lain sebelum wabah pasar Huanan menunjukkan kemungkinan telah dimulai di tempat lain.

Tetapi laporan tersebut mencatat mungkin ada kasus yang lebih ringan yang tidak terdeteksi dan itu bisa menjadi hubungan antara pasar dan kasus sebelumnya.

“Karena itu, tidak ada kesimpulan pasti tentang peran pasar Huanan dalam asal mula wabah atau bagaimana infeksi masuk ke pasar, saat ini dapat ditarik,” tulis laporan itu.

Pasar menjadi lokasi awal karena beberapa kios menjual berbagai hewan dan beberapa bertanya-tanya apakah mereka telah membawa virus baru ke Wuhan.

Laporan tersebut mencatat bahwa berbagai produk hewani-- termasuk segala sesuatu mulai dari tikus bambu hingga rusa, sering dibekukan--dijual di pasar, begitu pula buaya hidup.

3. Kebocoran laboratorium Laporan itu juga menepis kemungkinan virus melarikan diri dari laboratorium di Wuhan, sebuah teori spekulatif yang diungkapkan salah satunya oleh mantan presiden AS, Donald Trump.

Dikatakan, kecelakaan laboratorium semacam itu jarang terjadi dan laboratorium di Wuhan yang menangani virus korona dan vaksin dikelola dengan baik.

Juga dicatat tidak ada catatan virus yang terkait erat dengan SARS-CoV-2 di laboratorium mana pun sebelum Desember 2019 dan bahwa risiko menumbuhkan virus secara tidak sengaja sangat rendah. (kompas.com)

Editor: Muliadi Gani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved