Breaking News:

Bawa Sabu 15.000 Gram, Wanita Bireuen Dihukum Mati

Satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) menjalani hukuman mati di Lembaga Pemasyaratakan (LP) Perempuan Kelas II B Sigli, Gampong Tibang, ...

FOTO PROHABA/MUHAMMAD NAZAR Seorang warga binaan menyaksikan dari jendela saat dilakukan razia di Lapas Kelas II B Sigli, Pidie, Selasa (6/04/2021). 

PROHABA, SIGLI - Satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) menjalani hukuman mati di Lembaga Pemasyaratakan (LP) Perempuan Kelas II B Sigli, Gampong Tibang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

Narapidana yang menjalani hukuman mati itu bernama Murzianti binti Zainal Abidin (42), lahir di Bireuen kemudian merantau dan menetap di Medan (Sumatera Utara).

Kepala LP Perempuan Kelas II B Sigli, Endang Sriwati MSi, kepada Prohaba, Selasa (6/4/2021), menjelaskan, saat ini ada satu warga binaan bernama Murzianti binti Zaibal Abidin di LP tersebut yang tersangkut perkara narkoba dan menjalani hukuman mati berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Menurutnya, putusan itu belum inkrah, karena yang bersangkutan kasasi ke Mahkamah Agung dan putusannya belum turun, sehingga Murziati berstatus tahanan Mahkamah Agung.

Murziati lahir di  Bireuen, tapi berdasarkan KTP wanita itu telah berumah tangga dan tinggal di Medan.

Murziati didakwa dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Sesuai BAP polisi, Murziati membawa sabu 15.000 gram," jelasnya.

Baca juga: Jual Sabu-Sabu ke Polisi yang Menyamar, Pengedar Diciduk

Untuk diketahui, LP Perempuan Kelas II B Sigli berkapasitas 138 orang.

Saat ini, jumlah warga binaan 127 orang dan 75 persen di antaranya tersangkut perkara narkoba.

Sementara itu, sebut Endang, saat ini ada tiga lagi warga binaan yang menjalani hukuman seumur hidup di LP yang ia pimpin itu.

Mereka adalah Jawati binti abdul Rani (46), warga Gampong Benteng, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, terlibat perkara pencurian dengan kekerasan, melanggar Pasal 365 KUHPidana.

Berikutnya, Siti Zulaikha binti Karimuddin (39), warga Bener Meriah, dengan perkara pembunuhan berencana, melanggara Pasal 340 KUHP.

Satu lagi, Ita Sarianti binti Rahmat (33), warga Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, tersangkut perkara pembunuhan sadis dengan cara memultilasi korbannya.

"Warga binaan yang menjalani hukuman mati dan seumur hidup ditempatkan dalam ruangan dengan warga binaan yang lain sehingga dia tidak stres.

Mereka bisa bergaul dengan sesama warga binaan lainnya dalam lapas," pungkasnya. (naz)

Editor: Muliadi Gani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved