Breaking News:

Kakek Diduga Perkosa Cucu di Dalam Laut Lhoknga

Mahkamah Syar’iyah (MS) Jantho, Aceh Besar, Kamis (8/4/2021) kemarin menggelar sidang perdana kasus pemerkosaan (verkrachting) yang diduga dilakukan

Editor: bakri
Kakek Diduga Perkosa Cucu di Dalam Laut Lhoknga
FOR SERAMBINEWS
Ketua Mahkamah Syar’iyah (MS) Jantho, Siti Salwa SHI MH

* Disidang di MS Jantho

JANTHO - Mahkamah Syar’iyah (MS) Jantho, Aceh Besar, Kamis (8/4/2021) kemarin menggelar sidang perdana kasus pemerkosaan (verkrachting) yang diduga dilakukan RS (63) terhadap cucu kandungnya yang masih berusia 9 tahun.

Sidang ini tercatat dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) MS Jantho, register perkara 11/JN/2021/Ms-Jth dengan judul perkara perkosaan. Sebagaimana terlampir di sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) bahwa perkara perkosaan ini sidang perdananya digelar pada 8 April 2021.

Sebagaimana informasi yang dihimpun Prohaba, tindak pidana (jarimah ) perkosaan itu terjadi empat kali. Masing-masing pada tanggal 4 dan 6 Agustus tahun 2020 dan dua kali lagi terjadi pada tanggal yang tak lagi teringat oleh tersangka maupun korbannya.

Perkosaan pertama terjadi di rumah tersangka. Kejadian berikutnya, tanggal 6 Agustus 2020, justru dilakukan terdakwa di dalam laut. Begitu dia lihat cucunya sedang bermain di tepi Pantai Lhoknga, Aceh Besar, dia hampiri dan dia ajak mandi. Bocah tersebut dia pangku di dalam laut, dia masukkan jarinya ke selangkangan korban, lalu dia rudapaksa.

Ketua MS Jantho, Siti Salwa SHI MH melalui Humasnya Tgk Murtadha Lc, kepada Prohaba, Kamis (8/4/2021) membenarkan informasi sebagaimana tersedia di laman SIPP MS Jantho tersebut. Bahwa perkara pemerkosaan yang terjadi di dalam laut Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, itu berada di bawah yurisdiksi MS Jantho.

"Insyaallah disidang hari ini oleh majelis hakim yang diketuai langsung oleh Ketua MS Jantho," ujar Tgk Murtadha melalui pesan Whatapps kemarin siang.

Saat ditanya lebih lanjut, Tgk Murtadha menolak berkomentar sembari meninggalkan pesan silakan hubungi JPU (Jaksa Penuntut Umum ) Kejaksaan Negeri Aceh Besar untuk materi isi dakwaan.

Sementara itu, Kajari Aceh Besar, Rajendra D Wiritanaya SH didampingi Kasi Pidum, Agus Kelana Putra MH, dan JPU Shidqi Noer Salsa SH MKn mendakwa dengan dakwaan pertama, yaitu Pasal 49 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 dengan ancaman maksimal 200 kali cambuk atau denda maksimal 2.000 gram emas atau penjara 200 bulan dan alternatif dakwaan kedua Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 dengan ancaman cambuk 90 kali, denda emas 900 gram, atau penjara 90 bulan.

Sebagaimana dilansir pada laman SIPP MS Jantho disebutkan bahwa pada Selasa  (4/8/2020) sekira pukul 09.00 WIB di kamar tidur rumah terdakwa dan pada hari Kamis (6/8/2020) sekira pukul 16.00.WIB di laut Pantai Lhoknga, dan pada hari dan tanggal yang tidak diingat lagi oleh terdakwa maupun korban, pada tahun 2020 di ruangan dapur rumah terdakwa di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, terdakwa dengan sengaja melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya, yaitu cucunya sebut saja namanya Melati (9).

Halaman
12
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved