Breaking News:

22 Ribu Warga Sipil di Jawa Tengah Miliki Senjata Api

Berdasarkan catatan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, 22 ribu warga tercatat memiliki senjata api. Polda Jawa Tengah mengingatkan para...

ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA/WSJ.
KABID Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko (tengah) bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin (kanan) menunjukan tersangka beserta barang bukti dalam rilis kasus senjata api ilegal di Polresta Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021). Polisi menangkap empat tersangka serta mengamankan 36 barang bukti diantaranya senjata laras panjang jenis M16, amunisi, mesin bubut dan serbuk mesiu. 

PROHABA, SEMARANG - Berdasarkan catatan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, 22 ribu warga tercatat memiliki senjata api.

Polda Jawa Tengah mengingatkan para pemilik senjata api tersebut untuk memperbarui izin kepemilikan secara periodik. 

Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djati Wiyoto Abadi mengatakan, apabila pemilik senjata api tidak memperpanjang izin, maka kepemilikan senjata apinya masuk kategori pelanggaran pidana.

"Kami tingkatkan pengawasan kepemilikan senjata api.

Pemiliknya sudah teregister semua," ungkapnya dilansir dari Antara, kemarin.

Selain itu, Djati mengatakan, 22 ribu senjata yang dimiliki warga sipil di Jateng sudah teregistrasi.

"Ada sekitar 22 ribu pemilik senjata api di luar senjata organik milik anggota TNI/ Polri," katanya.

Baca juga: Suami Tembak Istri dengan Senjata Api, Kesal karena Minta Cerai

Lalu, berdasarkan catatan yang dimilikinya, belum ada laporan soal penyalahgunaan, namun lebih ke tidak tertib administrasi.

Sementara itu, Djati menjelaskan, untuk warga yang ingin memiliki senjata api harus melalui sejumlah tes, antara lain tes psikologi.

Selain itu, Djati menyarankan, pemilik senjata api di Jateng sudah bisa melakukan perizinan melalui aplikasi "Senpi Online".

Dengan aplikasi ini, Polda Jateng akan lebih mudah dalam pemantauan masa izin kepemilikan senjata api.(kompas.com)

Berita Populer
Editor: Muliadi Gani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved