Minggu, 14 Juni 2026

Nekat Temui Pacar Sesama Jenis, Eko Pulang Jadi Mayat

Ini kabar terbaru tentang kasus penemuan mayat di kuburan Cina Delitua, Sumatera Utara (Sumut).Ternyata korban Eko Kurniawan (27) sempat dilarang ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
KOLASE TRIBUNMEDAN/ IST
IBU Eko Kurniawan tak menyangka anak kesayangannya meninggal mengenaskan. 

PROHABA, DELITUA - Ini kabar terbaru tentang kasus penemuan mayat di kuburan Cina Delitua, Sumatera Utara (Sumut).

Ternyata korban Eko Kurniawan (27) sempat dilarang ibunya untuk menemui pacarnya yang sesama jenis.

Namun, larangan tersebut tak digubris korban.

Kariyem, ibu Eko Kurniawan (27), pria yang ditemukan membusuk jadi mayat di sebuah kuburan Cina mengaku telah memiliki firasat buruk sebelum putranya itu dibunuh.

Malam itu, Selasa (6/4/2021), Eko pamit ke luar rumah.

Namun, sang ibu bersikukuh melarang putranya itu untuk pergi.

Tak cuma ibunya, kakak ipar Eko juga tak mengizinkan adiknya itu kelayapan.

Sayangnya, larangan tersebut tak digubris Eko.

Ia pun 'menjemput' mautnya sendiri dengan bertemu Hidayat (33) pacar sesama jenisnya.

Baca juga: Dua Bulan Menumpang, Tamu Malah Garap Istri Tuan Rumah, Akhirnya Tewas Dibunuh   

Berdalih akan segera pulang, nyatanya Eko tak pernah pulang dalam kondisi bernyawa.

Jasadnya justru ditemukan sudah membusuk di sebuah kuburan Cina.

Belakangan terungkap, ia dibunuh oleh kekasihnya sendiri, Hidayat.

Hidayat mengaku sudah tahu bahwa Eko Kurniawan, adalah seorang wanita pria (waria).

Saat diwawancarai di Mapolsek Delitua, Hidayat menceritakan awalnya ia diminta korban berbuat mesum di semak-semak makam Kuburan Cina Delitua.

"Saya awalnya nurut dia aja, mana tahu dia mau baik sama saya.

Eh, ternyata di situ (semak-semak) dia minta mesum, sambil duduk," ungkap Hidayat, dikutip dari TribunMedan, Selasa (13/4/2021).

Saat diajak untuk bercinta, Hidayat pura-pura menyetujuinya.

Hal itu karena, pelaku mengaku niat awalnya adalah untuk nongkrong dan memanfaatkan korban.

"Semula kami ngumpul-ngumpul, nongkrong, niatnya belum ke semak-semak.

Baca juga: Akibat Pengaruh Miras, Wanita Pedagang Sayur Tewas Dibunuh, Jasadnya Dirudapaksa

Dia waria, makanya saya bisa manfaati dia. Niatnya masih pengen nongkrong," tukasnya.

Selanjutnya, korban mengajak Hidayat pergi ke suatu tempat yang sepi di dekat Kuburan Cina Delitua.

“Setelah itu gak jadi jadi nongkongnya, terus di jalan dia bilang “Bang, ke tempat sepi yok, Bang.”

Saya jawab, “Mau ngapain?” Lalu dia jawab, “Udah tenang ajalah”.

“Aku mikirnya tenang ajalah gak ada apa apa gitu kan," ucapnya.

Sesampainya di makam, Hidayat malah dipaksa dan didorong oleh korban yang hendak melakukan perbuatan asusila.

Dorongan itu membuat Hidayat marah karena kepalanya terbentur dinding kuburan.

Murka mendapat perlakuan seperti itu, Hidayat pun langsung membunuh Eko.

"Saya tak habis pikir, waktu duduk dia kan mendorong saya, ‘Ayok Bang’, sampai saya terantuk.

Lalu saya bangkit dan marah.

Saya dorong dia, di situ saya pukul dia sampai tewas," katanya.

Usai membunuh korban, Hidayat menelantarkan jenazahnya.

Setelah dua hari tak kunjung kembali, keluarga pun berusaha mencari tahu keberadaan Eko. 

Baca juga: TERUNGKAP Penyebab Gadis Aceh Dibunuh di Medan, Ario Puntung tak Mau Tanggung Jawab

Mereka mendatangi rumah setiap rumah kerabat anaknya.

Namun, pencarian itu tak membuahkan hasil. Eko Kurniawan belum juga ditemukan.

Pada hari ketiga setelah Eko tak kunjung pulang, pada Jumat (9/4/2021) pagi, kabar duka itu pun tersiar.

Sang ibunda, Kariyem menerima informasi bahwa ada mayat laki-laki yang sudah membusuk tergeletak di sebuah semak-semak dekat Kuburan Cina Delitua, Medan.

Saat itu ia bergegas menuju lokasi.

Bersama menantunya, yakni kakak ipar Eko Kurniawan, ia melihat sesosok mayat tersebut.

Ternyata benar, mayat laki-laki yang baru saja ditemukan oleh seorang tukang bersih-bersih kuburan itu adalah anak kesayangannya.

Kepada polisi, sang kakak ipar meyakinkan bahwa mayat laki-laki tersebut adalah adik iparnya, Eko Kurniawan.

Ia merasa yakin dengan pakaian yang dikenakan sang adik merupakan pakaian yang selama ini sering dia cuci.

Saat melihat jenazah anaknya, Kariyem tak kuasa menahan air matanya.

"Anakku dibikin kayak gitu.

Keluar tanpa cacat, sehat walafiat, pulang udah jadi kayak gitu.

Ibu mana yang gak sedih.

Orang tua mana yang gak sakit hati. Saya sakit hati. Anak paling kecil.

Anak segala-galanya," kata Kariyem menangis. (tribunmedan.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved