Breaking News:

Polisi Digerebek di Rumah Istri Orang, Kades Dipergoki di Plafon

Oknum polisi di Klaten, Jawa Tengah, tak berkutik saat dipergoki warga berada di dalam rumah wanita yang bukan istri sahnya...

TRIBUN LAMPUNG
Ilustrasi Perselingkuhan 

PTY merupakan perangkat desa yang sudah bersuami dan memiliki anak.

Baca juga: Pergoki Sedang Berzina, Suami Tikam Selingkuhan Istrinya

Suaminya bekerja di luar negeri.

MKD datang ke rumah PTY sekitar pukul 21.30 WIB naik sepeda motor matic warna hitam.

“Warga sudah geram, karena kades sudah sering datang ke rumah PTY,” kata seorang warga sebagaimana dikutip TribunnewsBogor. com dari Tribun Jatim.

Saat masuk ke rumah PTY, warga tak menemukan MKD.

Begitu juga saat kamar mandi diperiksa. Warga justru mendapati MKD sembunyi di atas plafon (pagu) rumah tersebut.

“Akhirnya kades kami paksa turun, lalu bersama sepeda motornya kami bawa ke Mapolsek,” tutur Ipung dikutip dari Surya.

Kepada warga, MKD berdalih hendak menengok tetangga PTY yang baru melahirkan.

MKD mengaku sengaja memarkir sepeda motornya di rumah PTY.

“Kades terus mengelak telah melakukan hal tidak senonoh dengan Pty.

Akhirnya warga memanggil polisi,” tutur Stj.

Camat Pucanglaban, Ali Muchtar mengakui penggerebekan terhadap Kades Pucanglaban.

“Perkaranya sudah ditangani polsek.

Baca juga: Ketahuan Selingkuh, Istri Polisi Diarak Suaminya   

Kami menunggu perkembangannya,” terang Ali.

Ali juga mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung.

Sebagai atasan, pihaknya akan memanggil MKD untuk dimintai keterangan.

“Saya juga akan bersurat ke kabupaten, karena wewenang pembinaan kades kan di bupati langsung,” sambung Ali.

Kapolsek Pucanglaban, Iptu Ipung Haryanto mengatakan, penggerebekan itu dilakukan 25 warga pada Rabu (14/4/2021) sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat penggerebekan, di rumah itu ada PTY bersama tiga anaknya.

Kepolisian juga sudah berkomunikasi dengan suami PTY di Malaysia.

Menurut Ipung, suami PTY masih berniat membicarakan permasalahan ini dengan keluarga.

Juga dengan istri MKD.

Menurut Ipung, istri MKD juga sudah membuat surat pernyataan.

“Istri kades sudah bikin surat pernyataan bermaterai, tidak akan melaporkan suaminya,” ungkap Ipung.

Dengan demikian, kasus ini tak bisa diproses, karena belum ada pelapornya.

Kasus akan dilanjutkan jika suami Pty melapor di kemudian hari.

Ipung mengakui, sangat sulit untuk membuktikan terjadi perzinaan antara MDK dan PTY.

Sebab, saat penggerebekan dilakukan, belum terjadi apa pun antara dua orang ini. (TribunSolo.com)

Editor: Muliadi Gani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved