Breaking News:

Jual Beli Chip Domino, Dua Remaja Berlebaran di Penjara

Tim Opsnal Satreskrim Polres Pidie menangkap dua remaja yang sedang bertransaksi chip Higgs Domino atau judi online di pinggir ruas jalan nasional...

FOTO: FOR PROHABA
Dua remaja transaksi chip higgs domino saat dimintai keterangan di ruang Satreskrim Polres Pidie, Sabtu (24/4/2021). 

PROHABA, SIGLI - Tim Opsnal Satreskrim Polres Pidie menangkap dua remaja yang sedang bertransaksi chip Higgs Domino atau judi online di pinggir ruas jalan nasional Banda Aceh-Medan.

Lokasi penangkapannya di salah satu toko di Gampong Jojo, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Jumat (23/4/2021) sekitar pukul 23.30 WIB.

Kedua remaja ini diperkirakan bakal berhari raya Idulfitri 1442 Hijriah di penjara sambil menunggu proses persidangan dan eksekusi cambuk.

"Kita mengamankan barang bukti berupa dua handphone dari tangan dua remaja tersebut dan uang tunai 750.000 rupiah," kata Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian MH, melalui Kasat Reskrim, AKP Ferdian Chandra MH, kepada Prohaba, Sabtu (24/4/2021) sore.

Ia menyebutkan, kedua remaja yang ditangkap itu adalah RLH (22), warga Gampong Jojo, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, merupkan penjual chip Higgs Domino.

Sedangkan rekannya berinisial RNH (22), warga Gampong Jiem, kecamatan yang sama, berkedudukan sebagai pembeli.

Baca juga: Polisi Kembali Ringkus Penjual Chip Domino, Sita Uang Jutaan Rupiah Hasil Penjualan

Menurutnya, perbuatan kedua remaja itu melanggar Pasal 20 juncto Pasal 18 juncto Pasal 6 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Kedua remaja itu akan menjalani hukuman cambuk 45 kali, atau membayar denda paling banyak 450 gram emas murni dan kurungan penjara paling lama 45 hari.

Ia tambahkan, dengan adanya penangkapan lima pemuda yang bertransaksi chip Higgs Domino sebelum bulan suci Ramadhan 1442 H, seharusnya anak muda di sana berhenti main chip Higgs Domino.

Sebab, permainan itu karena menjurus ke judi (maisir) dan telah diharamkan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

"Remaja tunas bangsa sejatinya menjadi remaja yang bermanfaat dan tidak terjerumus pada perbuatan negatif. 

Sekarang mereka harus menunggu disidang, dicambuk, dan alhasil harus merayakan Lebaran di balik jeruji besi," pungkasnya. (naz)

Berita Populer
Editor: Muliadi Gani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved