Breaking News:

Jual Beli Chip Higgs Domino, 2 Warga Peudada Diringkus

Dua warga Peudada, Bireuen, diringkus Tim Opsnal Polres Bireuen karena diduga terlibat jual beli chip Higgs Domino.Keduanya  terancam hukuman cambuk..

FOTO: DOK. POLRES BIREUEN
Dua warga Peudada, Bireuen, ditangkap sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (25/4/2021), karena diduga terlibat permainan judi online menggunakan chip Higgs Domino. 

PROHABA, BIREUEN - Dua warga Peudada, Bireuen, diringkus Tim Opsnal Polres Bireuen karena diduga terlibat jual beli chip Higgs Domino.

Keduanya  terancam hukuman cambuk paling banyak 45 kali atau hukuman penjara paling lama 45 bulan.

Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat MSi melalui Kasat Reskrim AKP Fadilah Aditya Pratama SIK kepada Prohaba, Minggu (25/4/2021) mengatakan, kedua tersangka yang diamankan tim opsnal pada pukul 02.00 WIB, Sabtu (25/4/2021), itu diduga melakukan tindak pidana permainan judi online.

Perbuatan tersebut melanggar Pasal 20 juncto Pasal 18 juncto Pasal 6 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Pada Pasal 20 qanun itu disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menyelenggarakan, menyediakan fasilitas, atau membiayai jarimah maisir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 dan Pasal 19 qanun ini, diancam dengan uqubat takzir cambuk paling banyak 45 kali dan/atau denda paling banyak 450 gram emas murni dan/atau penjara paling lama 45 bulan.

Baca juga: Jual Beli Chip Domino, Dua Remaja Berlebaran di Penjara

Kedua tersangka sudah diamankan ke Mapolres Bireuen dan sedang diperiksa tim penyidik Polres Bireuen.

Sehubungan dengan peristiwa itu Kapolres mengimbau warga Bireuen untuk menjauhi transaksi atau jual beli chip game Higgs Domino yang intinya adalah perjudian.

Dia ingatkan bahwa tim lapangan, baik dari Polres Bireuen, maupun jajaran Polsek, terus memantau dan menyelidiki permainan judi tersebut siang malam.

Menurutnya, dua warga Peudada yang sudah diamankan polisi itu menjadikan salah satu bukti bahwa permainan tersebut makin meresahkan masyarakat. Apalagi dilakukan pada saat bulan puasa Ramadhan.

“Padahal, perbuatan tersebut jelas-jelas tergolong judi (maisir) dan itu merupakan pelanggaran terhadap Qanun Aceh tentang Hukum Jinayat dan pelakunya mendapat ancaman hukuman cambuk di depan umum,” demikian Kapolres Bireuen. (yus)

Berita Populer
Editor: Muliadi Gani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved