Breaking News:

Indonesia dan ASEAN Kawasan Rawan Kondisi Buruk Covid-19

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, Indonesia dan negara-negara ASEAN harus tetap waspada atas ancaman pandemi..

Editor: Muliadi Gani
SHUTTERSTOCK/IMILIAN
ILUSTRASI varian baru virus corona Perancis. Di tengah menghadapi gelombang Covid-19 ketiga, Perancis terapkan lockdown ketat setelah lonjakan kasus Covid-19 terjadi di negara ini. 

Dicky menilai bahwa negara ASEAN yang mungkin bisa dianggap cukup kuat secara sistem kesehatan adalah Singapura, sedangkan negara yang cukup bisa bertahan dan mengendalikan pandemi meski memiliki keterbatasan dan kekurangan dari segi sistem kesehatan adalah Vietnam dan Thailand.

"Seperti Vietnam dan juga Thailand itu, di tengah keterbatasannya, ketika mereka menerapkan satu strategi yang berbasis sains serta komitmen yang tinggi dan konsisten, itu efektif dalam meredam lonjakan," ucapnya.

 "Walaupun itu pun tidak betul-betul bisa menekan kasus (hingga) zero (nol kasus) Covid-19," tambahnya.

Indonesia juga rawan kondisi buruk pandemi Covid-19.

Kategori rawan ini juga berlaku untuk Indonesia.

Negara kita dianggap rawan karena memiliki wilayah teritorial perbatasan yang cukup dekat, serta akses ke luar dan masuk di pintu perbatasan yang relatif lemah.

Pintu-pintu perbatasan dekat dengan negara Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Timor Leste, dan Papua Nugini, misalnya adalah pintu-pintu yang sangat potensial mengalami kasus-kasus impor maupun ekspor Covid-19 yang berat.

"Nah, oleh karena itu, apa yang terjadi di negara tetangga adalah juga ancaman untuk perburukan situasi di dalam negeri. Yang jelas, saat ini kita belum dalam status terkendali," tegasnya.

Baca juga: Orang yang Sudah Vaksinasi Flu Lebih Jarang Terinfeksi Covid-19

Sebagai informasi, sebanyak 200 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia yang baru saja tiba di Tanah Air melalui Batam, Kepulauan Riau (Kepri), dinyatakan terjangkit Covid-19.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kepri yang juga Sekda Kepri Tengku Said Arif Fadillah mengatakan, hal itu terungkap setelah Satgas Penanganan Covid-19 Kepri melakukan tes usap (swab) terhadap 14.000 TKI yang masuk melalui Batam dan Tanjungpinang.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved