Breaking News:

Perkosa 3 Wanita, Pemulung Dihukum 19 Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli memvonis Armia (39) selama 19 tahun kurungan penjara dalam sidang pamungkas di PN tersebut

Editor: bakri
Stomp - The Straits Times
Ilustrasi perkosa 

*  Pelaku Punya Lima Istri

SIGLI - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli memvonis Armia (39) selama 19 tahun kurungan penjara dalam sidang pamungkas di PN tersebut, Kamis (7/5/2021). Armia yang memiliki lima istri itu dinilai majelis hakim terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pemerkosaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Sidang tersebut dipimpin Zainal Hasan MH, didampingi hakim anggota, Indah Pertiwi SH dan Indira Anggi Aswijati SH.

Sedangkan jaksanya Sri Wahyuni SH. Vonis majelis hakim itu lebih tinggi dibandingkan tuntutan jaksa dari Kejari Pidie, yakni 18 tahun penjara. Menurut hakim, perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 285 KUHP juncto Pasal 53 dan primair Pasal 291 ayat (2) KUHP tentang pemerkosaan dan pembunuhan. Artinya, tiga pasal berlapis yang didakwakan kepada Armia di persidangan semua terbukti.

Ia melakukan percobaan pemerkosaan, pemerkosaan, dan pemerkosaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Dalam sidang terakhir itu, antara lain, disebutkan bahwa Armia warga, Kulam, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie bekerja sebagai pelayan warung kopi di Kota Sigli merangkap pemulung. Armia awalnya ditangkap polisi setelah memerkosa korban Zubaidah (59), warga Gampong Mesjid Runtoh, Kemukiman Gampong Lhang, Kecamatan Pidie, yang menyebabkan korban meninggal.

Perbuatan Armia memerkosa lebih dari satu orang terbongkar saat ia memberikan keterangan kepada penyidik. Akhirnya, diketahui dua wanita lagi yang menjadi korban pemerkosaan terdakwa adalah AM (39), warga Kulam Baro, Kecamatan Simpang Tiga dan RI (48), warga Kecamatan Padang Tiji. Sedangkan NM (38), warga Kecamatan Kota Sigli, gagal diperkosa karena korban melawan. Sasaran yang diperkosa terdakwa adalah wanita miskin dan tinggal sendirian di rumah. Yang memberatkan terdakwa karena berstatus residivis dalam kasus sama. Seusai pembacaan putusan, majelis hakim menanyakan kepada terdakwa apa sikapnya terhadap putusan itu. Terdakwa menjawab, “Saya akan pikir-pikir.”

“Ya, klien kami belum menjawab apa-apa, hanya pikir-pikir. Klien kami diberikan waktu tujuh hari untuk menyatakan banding atas putusan majelis hakim,” kata pengacaranya, Heri Saputra SH, dari Pos Bantuan Hukum PB-HAM Pidie, kepada Prohaba, Jumat (7/5/2021). Kajari Pidie, Gembong Priyanto MHum, melalui Kasi Pidum Kejari Pidie, Dahnir SH, Jumat (27/5/2021) mengatakan, jaksa selaku penuntut umum menerima putusan majelis hakim terhadap terdakwa, yakni 19 tahun penjara. (naz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved