Breaking News:

Junaidi Akhirnya Menyerah, Lima Tahanan BNN Lainnya Masih Berkeliaran

Satu dari enam tahanan BNNP Sumut yang kabur dari sel akhirnya menyerahkan diri. Tahanan itu yakni Muhammad Junaidi, warga Jalan Baung

Editor: bakri
FOTO: KOMPAS.COM
Operasi gabungan yang dilakukan oleh jajaran Polda Sumatera Selatan dan Polrestabes Palembang dengan menggerebek kampung narkoba di Jalan M Kadir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang. Dari penggerbekan itu, 65 orang diamankan serta barang bukti berupa sabu 1,5 kilogram. 

MEDAN - Satu dari enam tahanan BNNP Sumut yang kabur dari sel akhirnya menyerahkan diri. Tahanan itu yakni Muhammad Junaidi, warga Jalan Baung, Dusun Mesjid, Kelurahan Sei Buah Keras, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut).

Tidak diketahui pasti apa alasan Junaidi balik lagi ke kantor BNNP Sumut. Apakah karena takut ditembak mati petugas, atau karena sudah tidak ada lagi tempat persembunyian.

Kabid Pemberantasan Narkotika BNNP Sumut, Kombes Sempana Sitepu mengatakan, Junaidi menyerahkan diri pada Senin (17/5/2021) siang. Tidak dijelaskan apakah dia menyerahkan diri diantar keluarganya atau jalan sendirian datang ke kantor BNNP Sumut. "Jadi untuk tahanan lain masih dalam pengejaran," kata Sempana, kemarin siang.

Dia mengatakan, dengan kembalinya Junaidi, maka lima lagi tahanan yang masih berkeliaran. Kelima tahanan itu di antaranya Zulfikar warga Dusun Matang Mesjid, Desa Matang Punong, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.

Rahmat Hidayatulloh alias Mhd Isbandi warga Perum Bukit Melati, Jalan Marcopolo, Kecamatan Dapur 12, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Kemudian, Irwanda dan Salin Saragih, tak dijelaskan di mana alamatnya.

Lalu, Marzuki Ahmad warga Jalan Irigrasi Desa Tufah, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh.

"Kelima tahanan kabur ini kasusnya berbeda-beda. MA (Marzuki Ahmad) itu tahanan jaksa, dan telah divonis seumur hidup," kata Sempana.

Terhadap tahanan lain yang masih kabur, Sempana meminta agar segera menyerahkan diri. "Bila tidak, akan kita berikan tindakan tegas terukur," ancamnya.

Terkait kaburnya tahanan ini sempat beredar kabar miring yang menyebutkan bahwa saat kejadian tidak ada petugas di lokasi. Hanya satu petugas saja, itupun yang katanya sempat disiram air cabai.

Muncul pertanyaan dari masyarakat, kenapa tahanan begitu mudah kabur dari kantor BNNP Sumut yang jaraknya jauh dari jalan raya.

Tidak ada kejelasan pasti, siapa saja yang berjaga pada malam kejadian. Apakah petugas lainnya tidur atau sedang berada di rumah, sampai sekarang belum dijawab lugas oleh pejabat BNNP Sumut.(jun-tribun-medan com)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved