Breaking News:

Kongres Desak Biden Tunda Jual Senjata ke Israel

Fraksi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Amerika Serikat mendesak Presiden Joe Biden menunda penjualan bom mutakhir senilai Rp 10,5 triliun ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: AP
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden 

Perangkat itu bisa mengubah bom yang mulanya tidak berpemandu yang diluncurkan dari pesawat tempur atau pesawat pembom ringan menjadi bisa dikendalikan dengan menggunakan Alat Pemandu Global (GPS).

Nantinya perangkat itu bisa mengendalikan sirip yang berada bagian ekor bom untuk mencapai sasaran dengan tepat.

Jika meleset pun selisih jarak dari target maksimal hanya sejauh satu sampai dua meter.

Sampai saat ini jumlah warga Jalur Gaza, Palestina yang tewas akibat serangan udara Israel mencapai 217 jiwa, termasuk 63 anak-anak dan 36 perempuan.

Baca juga: Akibat Kasus Alat Antigen Bekas di Kualanamu, Menteri Erick Thohir Pecat Seluruh Jajaran Direksi KFD

Selain itu korban luka mencapai lebih dari 1.500 orang.

Sedangkan di pihak Israel jumlah korban tewas akibat serangan roket milisi Palestina mencapai 12 jiwa, dan sekitar 300 orang terluka.

Peperangan antara Israel dan Hamas meletus pada 10 Mei, beberapa hari sebelum Idul Fitri.

Alasan Hamas menggelar serangan roket adalah membalas sikap aparat keamanan Israel yang menghalangi dan menyerang warga Palestina yang tengah beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Selain itu, mereka juga membalas sikap pemukim ilegal Israel yang hendak mengusir para penduduk Palestina yang menetap di kawasan Sheikh Jarrah, sebelah timur Yerusalem.

Sedangkan Israel menyatakan membalas serangan Hamas dan berupaya melindungi penduduknya dari aksi teroris.(CNN Indonesia)

Sumber: Tribunnews
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved