Breaking News:

Darah dari Donor yang Divaksinasi Covid, Berbahayakah atau Tidak?

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, darah dari donor yang sudah menerima vaksin ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: KOMPAS.COM
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi saat dijumpai di Kantornya, Selasa (20/4/2021). 

PROHABA.CO, JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, darah dari donor yang sudah menerima vaksin Covid-19 tidak berbahaya.

Namun, harus ada selang waktunya sekian hari sejak divaksin, seorang donor baru boleh mendonorkan darahnya lagi.

Siti Nadia menyebut, seseorang yang telah disuntik vaksin Covid-19 dapat melakukan donor darah setelah 14 hari usai divaksin.

“Darah dari pendonor yang telah divaksinasi Covid-19 tidak berbahaya.

Donor darah dapat dilakukan dengan menunggu 14 hari setelah vaksinasi,” ujar Nadia dikutip dari siaran pers di laman resmi covid-19.go.id, Selasa (8/6/2021).

Menurut Nadia, tenggang waktu selama 14 hari itu dilakukan untuk memberikan jeda dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Penjelasan Nadia ini mengonfi rmasi tentang video yang beredar di media sosial.

Baca juga: Tiga Vaksin Covid-19 Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona

Dalam video itu, disebutkan bahwa menerima donor darah dari orang yang sudah menerima vaksin Covid-19 berbahaya dan dapat mencemari darah orang yang belum divaksin.

Menurut Nadia, faktanya informasi tersebut adalah salah.

“Hati-hati dengan informasi terkait kesehatan yang beredar tidak melalui kanal-kanal resmi, seperti postingan di media sosial atau broadcast pesan di aplikasi chatting,” tambahnya.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, dikarenakan vaksin Covid-19 merupakan vaksin baru, Nadia menyebut ada banyak hal yang harus diperhatikan.

Oleh karena itu, perlu jeda waktu beberapa hari setelah menerima suntikan untuk kehati-hatian.

Senada dengan Nadia, Sekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Eka Ginanjar mengatakan, penerima vaksin Sinovac boleh donor darah tanpa menunggu satu tahun. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved