Breaking News:

Haba Aneuk

Peran Multipihak Sebagai Solusi Intervensi Terintegrasi

Pemerintah Provinsi Aceh telah mencanangkan Aceh Bebas Stunting 2022 melalui Pergub No. 14 tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting

Editor: iklan Serambi
FOR SERAMBINEWS.COM
ILustrasi Anak Stunting 

PROHABA.CO,- MENGATASI permasalahan gizi pada balita di Aceh berarti juga mengatasi ujung pangkal permasalahan yang melandasinya.

Pengalaman global maupun nasional menunjukkan bahwa permasalahan gizi anak memerlukan intervensi yang tidak hanya berhenti pada kesehatan dan asupan.

Upaya yang dilakukan harus bersifat lintas sektoral agar efektif dengan intervensi pada sosial ekonomi, ketahanan pangan, pendidikan, lingkungan tempat tinggal, dan infrastruktur pendukung.

Intervensi ini memerlukan bukan saja komitmen dan peran serta pemerintah pusat, tetapi juga peran pemerintah daerah dan masyarakat.

Peran Pemerintah Saat ini kebijakan dan program pemerintah lebih terpusat pada penanganan dan pencegahan stunting.

Baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk provinsi Aceh, pemerintah telah membuat rencana strategis untuk pencegahan dan penanganan stunting.

Pemerintah Provinsi Aceh juga telah mencanangkan Aceh Bebas Stunting 2022 melalui Pergub No. 14 tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi di Aceh.

Program yang dibiayai APBD provinsi dan kabupaten ini menggarisbawahkan strategi yang menekankan pada pentingnya komitmen, koordinasi lintas sektor, kearifan lokal, kebijakan, dan pemantauan dan evaluasi program.

Agar program ini menjadi efektif, tentunya diperlukan alokasi pembiayaan yang tepat guna.

Selain itu, penting juga menjadikan indikator terkait gizi balita sebagai indikator target dalam RPJMD untuk memperkuat komitmen dan tanggung jawab pemangku kepentingan baik di provinsi, kabupaten/kota hingga ke tingkat desa.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved