Breaking News:

Alhamdulillah, Hakim MA Membuka Ruang Keadilan bagi Korban

Hakim MA membuka ruang keadilan bagi korban,” itulah tanggapan spontan Presidium Balai Syura Urueng Inong Aceh, Suraiya Kamaruzzaman, setelah ...

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muliadi Gani
Suraiya Kamaruzzaman 

Tanggapan Aktivis dan Pakar Hukum:

“Terima kasih,  ya Allah.

Hakim MA membuka ruang keadilan bagi korban,” itulah tanggapan spontan Presidium Balai Syura Urueng Inong Aceh, Suraiya Kamaruzzaman, setelah mengetahui bahwa Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi jaksa atas kasus jarimah perkosaan oleh ayah terhadap putri kandungnya di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.

“Semoga pengalaman ini membuat hakim-hakim di Aceh menjadi lebih profesional dan berpihak pada korban,” ujar Suraiya Kamruzzaman kepada Prohaba di Banda Aceh, Rabu (23/6/2021) siang.

“Kami sebagai masyarakat Aceh dan bagian dari Koalisi Masyarakat Antikekerasan Seksual  sangat mengapresiasi putusan MA yang telah memberikan hukuman maksimal kepada pelaku.

Berharap, paman pelaku juga mendapat hukuman maksimal, sehingga menjadi pembelajaran bukan saja bagi aparat penegak hukum di Aceh, juga bagi predator kekerasan seksual. 

Bahwa mereka cepat atau lambat akan mendapat tindakan hukum dari perlakuan jahatnya,” kata Dosen Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala ini.

Baca juga: Mahkamah Agung Hukum 200 Bulan Ayah yang Perkosa Anaknya, Sebelumnya Dibebaskan di MS Jantho

Aktivis perempuan ini berharap semoga kasus ini juga menjadi pelajaran bahwa kasus perkosaan sebaiknya diadili menggunakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, karena UU ini selain memberi hukuman bagi pelaku, tetapi ada jaminan perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Ia sebutkan bahwa dalam UU Perlindungan Anak, hukuman maksimal 15 tahun (Pasal 81 ayat 1).

Hukuman tersebut akan ditambah 1/3 jika pelakunya orang tua, wali, atau orang yang memiliki hubungan keluarga dengan korban, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan, aparat yang menangani perlindungan anak, residivis, atau pelaku lebih dari satu dan melakukannya secara bersama-sama.

Halaman
12
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved