Breaking News:

Sempat Lari, Pemerkosa Anak Kandung Diringkus

Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar telah berhasil mengeksekusi MA bin J, terpidana pemerkosa anak kandung di wilayah Lhoknga, Aceh Besar

Editor: bakri
FOTO FOR PROHABA
KASI Pidum Kejari Aceh Besar, Wahyu Ibrahim MH bersama Tim Buser Kejari Aceh Besar, menyerahkan terpidana kasus pemerkosa anak kandung berinisial MA bin J ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Jantho, Aceh Besar, Kamis (24/6/2021). 

* Ditahan di Rutan Jantho 200 Bulan

JANTHO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar telah berhasil mengeksekusi MA bin J, terpidana pemerkosa anak kandung di wilayah Lhoknga, Aceh Besar, ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Jantho, Aceh Besar, Kamis (24/6/2021) siang.

Penyerahan terpidana langsung dipimpin Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Aceh Besar, Wahyu Ibrahim MH bersama anggotanya. “Kita telah lakukan eksekusi atau serahkan terpidana sesuai putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia ke Rutan Kelas IIB Jantho,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Besar, Rajendra D Wiritanaya SH melalui Kasi Pidum, Wahyu Ibrahim MH kepada Prohaba, Kamis (24/6/2021).

Sebelumnya, kata Kajari, terpidana sempat melarikan diri setelah Tim Kejari Aceh Besar menjemput terpidana ke rumahnya di sebuah desa dalam Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Penangkapan terpidana langsung dipimpin Kasi Pidum Aceh Besar Wahyu Ibrahim MH bersama Tim Buru Sergap (Buser) Pidum Kejari Aceh Besar. Kajari Aceh Besar, Rajendra D Wiritanaya SH didampingi Kasi Pidum, Wahyu Ibrahim MH, menjelaskan, terpidana MA bin J pemerkosa anak kandung diamankan tanpa perlawanan.

Terpidana sempat hendak melarikan diri, tapi keberadaan terpidana diketahui setelah ditracing petugas sehingga terpidana diamankan saat berada di sebuah rumah di kawasan Jalan Teuku Umar, Banda Aceh. Menurut Kasi Pidum Wahyu Ibrahim, terpidana kasus pemerkosaan anak kandung itu telah diserahkan ke Rutan Kelas II B Jantho untuk menjalani masa hukuman 200 bulan (16,6 tahun) penjara dipotong masa penahanannya saat jadi tersangka dan terdakwa. Seperti diberitakan terdahulu, terpidana MA bin J dijatuhi hukuman penjara selama 200 bulan atau 16,6 tahun.

Ia dihukum selama itu setelah Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia mengabulkan kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Shidqi Nur Salsa SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar dalam kasus divonis bebasnya seorang ayah di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, yang memerkosa anak kandungnya. Amar putusan itu dikeluarkan MA pada 10 Juni 2021.

Namun, relaas pemberitahuan isi putusan kasasi itu baru pada hari Senin, 21 Juni 2021, disampaikan secara resmi oleh Adli, juru sita pada Mahkamah Syar’iyah Jantho, kepada Jaksa Shidqi Nur Salsa SH. Dalam pengantar surat itu Adli menyebutkan bahwa ia menyampaikan relaas putusan MA tersebut kepada jaksa pemohon kasasi atas perintah ketua majelis hakim MS Jantho yang mengadili perkara tersebut. Fotokopi relaas tersebut dikirim Jaksa Muhadir SH dari Kejari Aceh Besar kepada Serambinews. com di Banda Aceh, Selasa (22/6/2021) petang. “Awak media perlu tahu putusan MA terhadap perkara yang menarik perhatian publik ini,” kata Muhadir.

Sebaga imana ramai diberitakan tiga bulan lalu bahwa majelis hakim MS Jantho memutus bebas MA bin J, pria yang didakwa memerkosa putri sulungnya berkali-kali di rumah mereka. Atas putusan bebas dari segala dakwaan tersebut, jaksa penuntut umum melakukan kasasi ke MA. Pada 10 Juni lalu, MA mengeluarkan putusan Nomor 06/K/AG/JN/2021 yang isinya mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi, yakni jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Aceh Besar.

Putusan kedua, membatalkan putusan Mahkamah Syar’iyah Nomor 21/ JN/2021/MS Jth pada 30 Maret 2021 Masehi bertepatan dengan tanggal 19 Syakban 1442 Hijriah. Dalam putusan itu hakim MA menyatakan bahwa terdakwa MA bin J terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 49 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Ketiga, menjatuhkan pidana penjara selama 200 bulan (16,6 tahun) dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan. Keempat, barang bukti berupa sebuah flashdisk yang berisi rekaman pengakuan korban dirampas untuk dimusnahkan, kemudian membebankan terdakwa untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan dan pada tingkat kasasi sejumlah Rp2.500. Perkara ini sempat menuai kontroversial di Aceh karena hakim MS Jantho membebaskan terdakwa MA bin J yang merupakan ayah kandung korban, sebut saja namanya Bunga (10 tahun) dari Jarimah pemerkosaan.

K a s u s i n i semakin memicu kontroversial karena paman (yahwa) korban yang divonis majelis hakim MS Jantho bersalah merudapaksa Bunga ternyata divonis bebas oleh hakim Mahkamah Syar’iyah Aceh. Kini, jaksa juga mengajukan kasasi atas putusan bebas di tingkat Mahkamah Syar’iyah Aceh itu. Namun, putusannya belum keluar. (as)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved