Breaking News:

Gunakan Panggilan Internasional, 10 Warga Korut Ditembak Mati

Sebanyak sepuluh warga Korea Utara (Korut) ditembak mati, setelah mereka diam-diam menggunakan telepon untuk melakukan panggilan internasional...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: DAILY MIRROR
Ilustrasi regu tembak di Korea Utara saat mengeksekusi para terhukum yang diam-diam melakukan panggilan internasional ke luar negeri. 

PROHABA.CO, PYONGYANG - Sebanyak sepuluh warga Korea Utara (Korut) ditembak mati, setelah mereka diam-diam menggunakan telepon untuk melakukan panggilan internasional.

Pyongyang melarang warganya mengakses jaringan telepon dan menggunakannya untuk menelepon pembelot atau mencari tahu kondisi dunia luar.

Dikatakan, ada 150 warga yang ditahan setelah polisi rahasia melancarkan operasi penindakan pada Maret lalu.

Sumber di Korut mengungkapkan, beberapa orang yang ditangkap kemudian ditembak mati di depan umum.

Klaim itu dilaporkan Daily NK Japan, dengan kejadian tersebut dikabarkan berada di Provinsi Ryanggang yang berbatasan dengan Cina.

Pihak berwenang setempat menangkap tak hanya makelar yang mengatur transfer uang maupun panggilan internasional.

Kepolisian setempat juga membekuk orang-orang yang ketahuan menyelundupkan barang di perbatasan dan berhubungan dengan pembelot di Korea Selatan.

Baca juga: Bos Media Online Tewas Ditembak

Warga Korut sangat bergantung kepada ponsel dan kartu selundupan untuk meminta tolong ke dunia luar.

Sumber lain menuturkan, penangkapan semakin tinggi sejak akhir Mei, di saat negara dilanda krisis pangan dan harga kebutuhan yang makin meroket.

Sebanyak 150 orang di antaranya ditahan di empat provinsi berbeda dan dikirimkan ke pusat indoktrinasi sebagai hukuman.

"Pusat penahanan tersebut penuh orang seperti kawanan kelinci. Beberapa terpaksa duduk di toilet," kata dia dikutip Daily Mirror Kamis (24/6/2021).

Sumber Pyongyang menjelaskan, penindakan bakal berlangsung selama beberapa bulan dengan pengawasan di perbatasan diperketat.

Otoritas negara penganut paham Juche itu mendirikan tembok tebal dan pagar listrik untuk mencegah penyelundupan. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved