Breaking News:

Lima Unit Rumah Warga tak Mampu Musnah Dilalap Sijago Merah

Dari musibah ini dilaporkan tak ada korban jiwa, kecuali korban harta benda. Dua unit rumah konstruksi kayu terbakar di Gampong Kuta Meuligou

Editor: bakri
IST
RUMAH berkonstruksi kayu milik M Sufi (78) di Desa Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, terbakar Jumat (2/7/2021) sekira pukul 15.32 WIB. 

BIREUEN - Sebanyak lima unit rumah milik warga tak mampu selama dua hari musnah dilalap sijago merah. Dari musibah ini dilaporkan tak ada korban jiwa, kecuali korban harta benda. Dua unit rumah konstruksi kayu terbakar di Gampong Kuta Meuligou, Jeumpa Bireuen pada Sabtu (3/7-2021) masing-masing milik Elidar (34) honorer di Kantor Satpol PP Bireuen dan milik Nurdin Yahya (47) yang lokasinya juga berdekatan dengan rumah milik Elidar.

Sedangkan dua unit rumah lainnya terbakar pada Jumat (2/7-2021) yaitu milik kakak beradik Rohamah dan adiknya Nurul Husna, warga Gampong Neulop, Kecamatan Delima Sigli. Dan satu unit rumah lainnya yaitu milik kakek M Sufi (78) di Gampong Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, sekitar pukul 15.32 WIB juga  pada Jumat (2/7-2021). Kebakaran dua rumah di Gampong Kuta Meuligou Bireuen tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun seluruh harta benda dalam rumah, serta surat-surat penting habis terbakar.

Informasi diperoleh Prohaba dari Elidar yang didampingi Camat Jeumpa, Erry Seprinaldi SSTP MSi  dan Sekdes Kuta Meuligoe M Yakop mengatakan, rumah konstruksi kayu tersebut ditempati bersama tiga anaknya. Saat itu ia sedang menyapu halaman rumah, sedangkan seorang  anaknya sedang bermain dalam rumah, sementara dua anak lainnya berada di rumah neneknya dekat lokasi kejadian. "Saya sedang menyapu halaman, tiba-tiba saya terkejut melihat ada asap keluar dari bagian atap rumah, secepatnya saya lari masuk ke dalam rumah mengambil anak saya Oeemer Malik lagi bermain," ungkap korban dan ia segera meminta pertolongan warga.

Tidak lama kemudian kobaran api menyala dan membakar rumahnya, sehingga tidak ada harta benda dapat diselamatkan lagi, termasuk uang tunai Rp 5,2 juta, tiga cincin emas 10 mayam dan salah satu 3 mayam sudah ditemukan di lokasi, terang Elidar.

Camat Jeumpa Erry Seprinaldi  SSTP SSos MSi mengatakan, usai mendapatkan informasi langsung ke lokasi kejadian, kondisi rumah korban habis terbakar, lalu camat berkoordinasi dengan pihak BPBD, Dinas Sosial dan Baitul Mal terkait bantuan dapat diberi kepada

korban. "Dari Dinas Sosial Bireuen sedang menyiapkan bantuan masa panik diberikan kepada korban dan BPBD tidak pasang tenda hunian sementara di lokasi, korban tinggal sementara di rumah orang tuanya dekat lokasi," jelasnya.

Sedangkan Nurdin Yahya rumahnya terkena imbas, bagian dapur terbakar, rumah tersebut ditempati bersama istrinya bernama Syaribanun (46) dan seorang anaknya bernama Abdullah (23). Camat Jeumpa didampingi Sekdes dan warga menerangkan terkait dengan pemadam kebakaran, dari hasil koordinasi camat dengan petugas, saat kebakaran terjadi, mobil pemadam sudah keluar dari  Posko mengarah ke lokasi kebakaran. Namun adanya kesalahan koordinasi saat diinformasikan terjadi kebakaran disebut Kuta Meuligoe Lhong, sehingga petugas pemadam pergi ke Peusangan karena mengira lokasinya Kuta Meuligoe Pante Lhong Peusangan, terang Erry Seprinaldi.

Sedangkan dua unit rumah yang terbakar milik kakak beradik di Gampong Neulop, Kecamatan Delima, Pidie, Jumat (2/7/2021) sekira pukul 13.00 WIB terjadi saat pemilik rumah sedang berjualan di kios. Kakak beradik itu bernama Rohamah dan adiknya Nurul Husna Binti Nurmala dan rumah mereka letaknya berdekatan. Kebakaran itu terjadi saat warga, khususnya kaum lelaki melaksanakan shalat Jumat di masjid. "Saat rumah terbakar, Rohamah berjualan di kios yang tidak jauh dengan rumah milik korban terbakar," kata Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH, melalui Kapolsek Delima, Iptu Hendra, kepada Serambinews.com, Jumat (2/7/2021).

Menurutnya, Rohamah mengetahui rumahnya terbakar saat api dan asap yang mengepul di atas rumah panggung milik wanita itu. Saat itu, sebut Iptu Hendra, Rohamah menjerit untuk meminta bantuan pada tetangganya. Namun, petugas pemadam dibantu TNI dan polisi bersama warga berjibaku memadamkan api."Satu jam kemudian api berhasil dipadamkan, dua rumah rata dengan tanah dan juga satu unit sepeda motor di dalam rumah gagal diselamatkan," ujarnya.

Rumah Kakek M Sufi (78) Terbakar

Sedangkan satu unit rumah lainnya yang juga terbakar yakni rumah kakek M Sufi (78) di Gampong Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, serta seisinya ludes terbakar pada Jumat (2/7/2021) sekira pukul 15.32 WIB. Rumah berkonstruksi kayu ini serta seisinya ludes dilalap si jago merah, termasuk satu sepeda motor serta uang Rp 10 juta. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini karena saat kejadian rumah dalam kondisi kosong karena semuanya, termasuk M Sufi sedang berada di sawah.

Kepala Pelaksana atau Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Aceh Besar, Farhan melalui Personel Pusdalops, Maswani, menyampaikan hal ini kepada Prohaba menceritakan awalnya petugas Damkar BPBD Pos Saree menerima informasi dari Anggota Babinsa Koramil Lembah Seulawah tentang adanya kebakaran rumah warga. Kemudian petugas langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan kebakaran tersebut dan berkoordinasi dengan Pos Seulimuem. Setiba di lokasi kejadian petugas melihat api sudah membesar dan sudah mulai menghabiskan seluruh bangunan rumah berkontruksi kayu itu.

Menurutnya, petugas piket pemadam BPBD Aceh Besar Pos Saree mengerahkan satu armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian dan dibantu dua armada dari Pos Seulimuem oleh 10 personel.Pemadaman baru selesai dilakukan oleh petugas sekitar pukul 17.11 WIB.(yus/naz/as)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved