Breaking News:

Pendapatan Anjlok Hingga 90%, Jakarta Aquarium & Safari Buka Donasi untuk Penyelamatan Satwa

Tempat wisata di Jakarta Barat, Taman Safari Indonesia Group, yakni Jakarta Aquarium & Safari (JAQS), mengalami penurunan pendapatan sebesar 90%

Editor: IKL
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Seorang pengunjung Jakarta Aquarium, Neo Soho Mal, Anda bisa melihat pemandangan bawah laut dari akuarium raksasa dengan ribuan satwa air di dalamnya. 

PROHABA.CO, JAKARTA - Taman Safari Indonesia Group, yakni Jakarta Aquarium & Safari (JAQS) kini sulit merawat satwa akibat anjloknya pendapatan selama pandemi.

Tempat wisata akuarium indoor yang berada di Jakarta Barat ini, kini mengalami pendapatan yang anjlok hingga lebih dari 90% selama masa PPKM Darurat.

"JAQS kini berada di titik terendah pemasukan, sampai lebih dari 90%. Sekarang sudah 99%. Iya tembus 99% penurunan," kata Head of Social, Branding, and Communication, Fira Basuki, pada TribunJakarta.com baru-baru ini.

Baca juga: Sejumlah Kafe di Kota Lhokseumawe Disegel Tim Gabungan PPKM Dalam Perketat Pengawasan

Baca juga: Kurban 15 Ekor Sapi, Nagita Slavina Bingung PPKM Berlaku Sampai Idul Adha

Fira mengatakan, selama masa pandemi JAQS turut mendukung upaya pemerintah dalam menekan laju penularan Covid-19.

Memiliki lebih dari 3000 spesies satwa di dalamnya, Fira merincikan bahwa Jakarta Aquarium & Safari dapat menghabiskan jumlah pakan yang sangat banyak dalam kondisi normal 

Meliputi kisaran 1 ton ikan, udang, dan cumi segar, 100 kilogram pelet, sekitar 8 kilo daging sapi, sekitaran 32 kilo daging ayam, sekitar 2 kilogram telur, 80 kilogram sayur-sayuran, 100 kilogram buah-buahan, 8-10 batang pohon jambu, dan sekitar 5 kilogram feeder insect

Selain itu, pengelola juga menerima donasi berupa dana dan pakan hewan dari seluruh pihak. Mulai dari masyarakat, lembaga pemerintah, ataupun perusahaan.

"Jadi untuk masyarakat, lembaga pemerintah, perusahaan, jika berempati dengan pandemi covid-19 yang berdampak bukan cuma pada manusia tapi juga satwa kami persilahkan jika ingin berdonasi," tuturnya.

Meski pendapatan sedang anjlok, namun pihaknya memastikan bahwa perawatan satwa yang ada di kawasan Jakarta Aquarium & Safari ini tetap berlangsung seperti seharusnya.

"Perawatan 3.500 spesies akuatik dan non akuatik tetap maksimal dalam pemeliharaan di lembaga konservasi ini. Beberapa satwa juga dijemur secara rutin, misalnya seperti binturong, serval, dan berang-berang," kata Fira.

"Sementara untuk perawatan kebersihan, kami juga melakukan desinfektan rutin di daerah exhibit dan JAQS, juga Pingoo secara menyeluruh," tambah Fira.

Anjloknya pendapatan selama masa pandemi ini, tentunya membuat pihak pengelola harus mencari cara untuk menyiasati pengeluaran agar perawatan tetap maksimal.

Salah satunya, adalah dengan membudidayakan serangga untuk menghemat biaya bagi pakan satwa selama masa pandemi.

Baca juga: Pusat Perbelanjaan dan Tempat Makan di Banda Aceh Wajib Tutup Pukul 5 Sore

Baca juga: Lockdown Malaysia Diperketat, Hanya Satu Orang Per Rumah Tangga Boleh Keluar Cari Kebutuhan

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Pandemi Bikin Bisnis Tempat Wisata Megap-Megap, Pendapatan Jakarta Aquarium & Safari Anjlok 90%, https://jakarta.tribunnews.com/2021/07/11/pandemi-bikin-bisnis-tempat-wisata-mengap-megap-pendapatan-jakarta-aquarium-safari-anjlok-90

Sumber: Tribunnews
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved