Breaking News:

Internasional

Kekerasan Pecah Setelah Palestina Berdemonstrasi Menentang Presiden Mahmoud Abbas

Amerika Serikat dan Kepala HAM PBB, Senin (12/7/2021) merasa prihatin atas demonstrasi di Palestina. Setelah kekerasan pecah pada saat demonstrasi.

Editor: IKL
AFP
Demonstran Palestina berkumpul selama demonstrasi menentang pos pemukim liar Israel di Eviatar, dekat kota Nablus, Tepi Barat pada Selasa (6/7/2021) 

Demonstrasi Sabtu (10/7/2021) dimulai dengan beberapa ratus pengunjuk rasa berkumpul di Al-Manara Square di Ramallah tengah, di mana Otoritas Palestina bermarkas.

Ibu dari Nizar Banat, aktivis yang kematiannya bulan lalu memicu protes, dan anggota keluarga lainnya disambut dengan tepuk tangan dan memberikan pidato singkat.

Kerumunan kemudian membuat lingkaran melalui pusat kota, mengumpulkan kekuatan saat berbaris sampai ribuan terdengar meneriakkan

"Rakyat menginginkan jatuhnya rezim," dan "Abbas, pergi,"

Slogan itu digunakan selama apa yang disebut protes Musim Semi Arab yang melanda Timur Tengah pada 2011.

Awalnya tidak terlihat kehadiran keamanan, tetapi ketika para pengunjuk rasa berbaris di jalan utama menuju markas PA, mereka mendekati barisan polisi anti huru hara yang menjaga barikade.

Para pengunjuk rasa berhenti dan duduk di jalan beberapa meter jauhnya.

Sementara itu, Fatah mengadakan rapat umum di kota Hebron, Tepi Barat selatan, di mana para pendukung mengibarkan bendera kuning partai tersebut.

TV Palestina resmi PA meliput rapat umum Hebron dan mengabaikan demonstrasi di Ramallah.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan AS sangat terganggu oleh laporan anggota pasukan keamanan Otoritas Palestina yang tidak berseragam.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved