Breaking News:

7 Pelanggar Qanun Jinayat Dicambuk

Kejaksaan Aceh Timur bersama Mahkamah Syari’yah Idi, Dinas Syariat Islam, Satpol PP dan WH Aceh Timur melaksanakan hukuman (uqubat) cambuk terhadap...

Editor: Muliadi Gani
FOTO PROHABA/SENI HENDRI
KEJAKSAAN Aceh Timur, bersama dengan Mahkamah Syar’iyah Idi, Dinas Syariat Islam, Satpol PP dan WH Aceh Timur, Selasa (13/7/2021), melaksanakan hukuman cambuk terhadap 7 terpidana yang melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Jinayah, di lapangan Dinas Syariat Islam setempat. 

PROHABA, IDI - Kejaksaan Aceh Timur bersama Mahkamah Syari’yah Idi, Dinas Syariat Islam, Satpol PP dan WH Aceh Timur melaksanakan hukuman (uqubat) cambuk terhadap tujuh terpidana yang melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah.

Eksekusi cambuk yang disaksikan banyak penonton itu dilaksanakan di lapangan Dinas Syariat Islam Aceh Timur, Selasa (13/7/2021).

Dari tujuh terpidana yang dicambuk, dua di antaranya wanita.

Adapun tujuh terpidana yang dicambuk itu adalah Ibnu Sina dicambuk 15 kali, Abdullah 25 kali, Ridwan sepuluh kali, Adlan 13 kali, Faridani 25 kali, dan Syamsidar dicambuk lima kali.

“Berdasarkan putusan Mahkamah Syar’iyah Idi, para terpidana ini divonis cambuk dengan jumlah bervariasi.

Dan mereka dicambuk setelah dikurangi masa tahanannya,” ungkap Kajari Aceh Timur, Semeru SH MH, melalui Kasi Pidum, Ivan Najjar Alavi SH MH kepada wartawan.

Baca juga: Dicambuk 100 Kali, Wanita  Terpidana Zina Pingsan

Dari ketujuh terpidana, jelas Ivan, dua orang terbukti bersalah dalam perkara ikhtilat (bermesraan), dua terpidana perkara khalwat (mesum di tempat sepi), dan tiga terpidana perkara jarimah maisir (judi).

“Sebelum dieksekusi cambuk semua terpidana ini diperiksa kesehatannya.

Setelah diperiksa, ternyata semuanya layak dieksekusi,” ungkap Ivan.

Anas Rudiansyah, Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Idi, mengatakan, selain terpidana yang sudah dieksekusi, ada beberapa lagi terdakwa yang melakukan upaya hukum banding, dan kasasi sehingga belum bisa dieksekusi, karena perkaranya belum inkrah (belum berkekuatan hukum tetap).

“Semua terpidana yang dieksekusi ini menerima putusannya dan tidak melakukan upaya hukum apa pun, sehingga telah inkrah, dan hari ini kita eksekusi cambuk,” ungkap Anas. (c49)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved