Breaking News:

Enam Pencari Sumbangan yang  Catut Nama Masjid Diringkus

Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Barat menangkap sejumlah peminta-minta (pengemis) yang berkedok mencari sumbangan

Editor: bakri
PROHABA/SA’DUL BAHRI
PETUGAS Satpol PP dan WH Aceh Barat saat memintai keterangan dari para gepeng yang ditangkap di kawasan Meulaboh, Senin (12/7/2021). 

MEULABOH - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Barat menangkap sejumlah peminta-minta (pengemis) yang berkedok mencari sumbangan untuk pembangunan masjid dan dayah (pesantren). Anehnya, mereka tak tahu nama masjid dan dayah yang mereka catut namanya untuk mendapatkan sumbangan itu.

Keenam pelaku yang dikoordinir oleh seseorang itu semuanya merupakan warga Aceh Utara.

Mereka sempat bermalam di ruang khusus Kantor Satpol PP Aceh Barat yang sudah disediakan.

Dari enam orang yang ditangkap itu sebagian di antaranya adalah wajah-wajah lama. Yakni,

Nuriah (45) dan Juariah (39) dari Kecamatan Bayu, kemudian, Rusli (50) dan Anita (35), dari Kecamatan Nibong, Aceh Utara.

Lalu, M Jamil (60), dari Syamtalira Bayu, serta Suhaimi (15), dari Gampong Teungoh, Aceh Utara. Meski mencari sumbangan ada yang berpasangan, tapi tidak satu pun di antara mereka yang terikat tali pernikahan.

Semua peminta-minta itu juga tidak membawa kartu identitas seperti KTP, sehingga petugas hanya mengetahui asal mereka melalui pengakuan dari masing-masing orang tersebut.

Anehnya, para gepeng tersebut juga tidak tahu nama dayah dan masjid yang mereka catut namanya untuk mencari sumbangan.

Mereka mengaku hanya menerima mandat dari seseorang untuk bekerja mencari sumbangan.

Sedangkan sebagian pengemis lainnya yang juga turut diamankan tidak mengatasnamakan pembangunan atau sumbangan untuk anak yatim, akan tetapi khusus untuk diri sendiri.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved