Breaking News:

Internasional

Protes Mantan Presiden Jacob Zuma untuk Dipenjarakan, 72 Demonstran Tewas di Afrika Selatan

Korban tewas akibat kekerasan selama lima hari di Afrika Selatan telah meningkat menjadi 72 orang, meskipun telah mengerahkan pasukan anti kerusuhan.

Editor: IKL
Emmanuel Croset/AFP
Seorang tersangka penjarah memohon kepada seorang tentara Pasukan Pertahanan Nasional Afrika Selatan (SANDF) yang menangkap tersangka penjarah di mal Jabulani di Soweto di pinggiran Johannesburg pada 13 Juli 2021. 

Korban Tewas Naik Menjadi 72 Orang

Korban tewas akibat kekerasan selama lima hari di Afrika Selatan telah meningkat menjadi 72 orang, meskipun Presiden Ramaphosa mengerahkan pasukan untuk memadamkan kerusuhan.

"Jumlah orang yang kehilangan nyawa sejak awal protes ini telah meningkat menjadi 72 orang," kata polisi pada Selasa (13/7/2021).

Sebagian besar kematian berkaitan dengan penyerbuan yang terjadi selama insiden penjarahan toko.

Lainnya terkait dengan penembakan dan ledakan mesin ATM, jelas polisi itu.

Kerugian Akibat Kerusuhan

Menurut Tumelo Mosethli, seorang pengusaha Afrika Selatan yang berbasis di Johannesburg, pekerjaan yang hilang akibat kerusuhan akan memperburuk situasi saat ini.

"Kami tidak membutuhkan ini untuk melihat toko dan bisnis orang dimusnahkan," kata Mosethli kepada Al Jazeera.

"Ya, orang-orang kelaparan hari ini, tetapi besok akan ada lebih banyak pengangguran, lebih banyak rasa sakit, lebih banyak penderitaan di negara yang berusaha memulihkan dan membangun kembali dirinya sendiri," sambungnya.

Selain itu, sektor pertanian juga menghadapi kerugian di tengah aksi protes yang terjadi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved