Breaking News:

Internasional

Protes Mantan Presiden Jacob Zuma untuk Dipenjarakan, 72 Demonstran Tewas di Afrika Selatan

Korban tewas akibat kekerasan selama lima hari di Afrika Selatan telah meningkat menjadi 72 orang, meskipun telah mengerahkan pasukan anti kerusuhan.

Editor: IKL
Emmanuel Croset/AFP
Seorang tersangka penjarah memohon kepada seorang tentara Pasukan Pertahanan Nasional Afrika Selatan (SANDF) yang menangkap tersangka penjarah di mal Jabulani di Soweto di pinggiran Johannesburg pada 13 Juli 2021. 

Menurut seorang analis dari The Institute for Justice and Reconciliation, Tim Murithi, protes setelah pemenjaraan Zuma, dan skala besar pemberontakan adalah hal yang tidak terduga.

"Saya pikir apa yang tidak terduga adalah cakupan yang luas, dan luasnya yang telah kita lihat pemberontakan di sejumlah kota di setidaknya dua provinsi,” kata Murithi kepada Al Jazeera dari Cape Town melalui Skype.

"Poin kuncinya adalah ini benar-benar mengungkapkan sifat krisis berlapis-lapis sosial, kesenjangan ekonomi, pengucilan sosial yang kembali ke warisan apartheid di Afrika Selatan, dikombinasikan dengan tahun-tahun misrule, secara paradoks, oleh Mr Jacob Zuma antara 2009 dan 2018," sambungnya.

(Tribunnews.com/Rica Agustina)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul "Kerusuhan di Afrika Selatan Tewaskan 72 Orang, Massa Protes Mantan Presiden Jacob Zuma Dipenjara"

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved