Breaking News:

Diongkosi Rp 15 Juta, Sultan Dicokok Saat Bawa Ganja dari Gayo Lues

Aparat Sat Resnarkoba yang diback-up Sat Intekam dan Satlantas Polres Aceh Tamiang meringkus seorang kurir ganja antarkabupaten

Editor: bakri
FOTO FOR PROHABA
KAPOLRES Langsa, AKBP Agung Kanigoro MH, didampingi Wakapolres, Kompol M Dahlan MH, dan Kasat Resnarkoba, Iptu Imam Aziz Rachman SIK, memperlihatkan barang bukti ganja 200 kg dan 1 tersangka saat konferensei pers di mapolres setempat, Senin (19/7/2021). 

LANGSA - Aparat Sat Resnarkoba yang diback-up Sat Intekam dan Satlantas Polres Aceh Tamiang meringkus seorang kurir ganja antarkabupaten, Sultan Hasanudin (29), warga Desa Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. Sedangkan satu tersangka lainnya berinisial J berhasil kabur saat disergap petugas.

Namun, namanya kini sudah dimasukkan polisi ke dalam daftar pencarian orang (DPO), pascakabur saat penangkapan berlangsung Jumat (16/7/2021). Kedua tersangka pelaku saat itu berusaha kabur ke arah tambak di sekitar Jalan Medan-Banda Aceh, di Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, ketika diadang polisi di jalan. Dalam penyergapan ini aparat berhasil menyita barang bukti (BB) berupa 213 kg ganja kering asal Gayo Lues (Galus) dan satu unit mobil Toyota Kijang Innova warna hitam BK 1308 II.

Hal ini dipaparkan Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro MH, didampingi Kasat Resnarkoba, Iptu Imam Aziz Rachman SIK, Senin (19/7/2021), saat menggelar konferensi pers di mapolres setempat. Kapolres menjelaskan, awalnya petugas memperoleh informasi akan ada melintas satu mobil dari arah Banda Aceh membawa ganja dalam jumlah besar. Tim Satgas Ops Antik Seulawah II Polres Langsa yang dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Langsa, Iptu Imam Aziz Rachman langsung menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan.

Satgas Ops Antik Seulalawah II ini dibantu Sat Intelkam dan Sat Lantas Polres Langsa, pukul 16.30 WIB, melakukan razia terhadap kendaraan yang melintas di depan Pos PJR, Gampong Birem Puntong. Memasuki pukul 18.00 WIB Jumat (16/7/2021), petugas melihat mobil Toyota Innova warna hitam BK 1308 II melaju dari arah Banda Aceh ke Medan. Namun, saat mengetahui di depannya ada razia polisi, pelaku berusaha menghindar dan membelokkan mobil ke panglong kayu di sekitar Jalan Medan-Banda Aceh. “Pelaku berusaha menghindar razia dan berbelok ke arah panglong kayu. Lalu dua pelaku berusaha melarikan diri ke arah tambak di belakang panglong kayu itu,” ujarnya.

AKBP Agung menambahkan, melihat ada yang lari, anggota tim melakukan pengejaran dan berhasil menangkap satu tersangka, itulah Sultan Hasanudin. Sedangkan temannya, berinisial J berhasil melarikan diri ke arah pertambakan daerah Gampong Birem Puntong tersebut.

“Saat digeledah di dalam mobil Innova itu ditemukan sepuluh karung berisi ganja dan juga disita dua unit handphone milik tersangka pelaku,” ujarnya. Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro MH mengatakan, tersangka Sultan Hasanudin berperan sebagai kurir dalam kejadian itu. Ia mengantarkan ganja tersebut dari Gayo Lues (Galus) ke Aceh Tamiang.

“Tersangka Hasanuddin selaku kurir dijanjikan upah yang akan diterimanya setelah ganja ini tiba ke tempat tujuan di Aceh Tamiang senilai 15.000.000 rupiah,” sebut Kapolres. AKBP Agung menerangkan, nama tersangka J kini masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Langsa karena berhasil melarikan diri saat penyergapan pada Jumat lalu. J sendiri berperan sebagai perantara atau penghubung dari penjual kepada pembeli.

Sementara itu, ada satu tersangka lainnya, yaitu S yang berdomisili di Gayo Lues dan kini buron adalah sebagai pemilik narkotika jenis ganja tersebut. “Dalam kasus ini ada dua tersangka yang masuk dalam DPO yaitu J sebagai penghubung dan S sebagai pemilik ganja,” ujar Kapolres.

“Kita imbau keduanya untuk meyerahkan diri. Jika tidak menyerahkan, maka akan kita ambil tindakan tegas,” tukas Kapolres. Tersangka Sultan dibidik penyidik dengan Pasal 111 ayat (2) Subsider Pasal 114 ayat (2), lebih subsider lagi Pasal 115 ayat (2) Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya pidana penjara seumur hidup atau paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun. (zb)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved