Breaking News:

Ilmuwan Gunakan Ular untuk Pantau Radiasi Radioaktif

SEPULUH tahun sudah terjadi tragedi kecelakaan nuklir terbesar dalam sejarah dunia yang memuntahkan radiasi radioaktif di Fukushima, Jepang...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: HANNA GERKE VIA PHYS
ILMUWAN menggunakan ular tikus untuk memantau radiasi radioaktif nuklir di Fukushima, Jepang. 

PROHABA.CO - SEPULUH tahun sudah terjadi tragedi kecelakaan nuklir terbesar dalam sejarah dunia yang memuntahkan radiasi radioaktif di Fukushima, Jepang.

Untuk memantau kadar atau residu dari radiasi ini kini ilmuwan menggunakan ular.

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Georgia menunjukkan bahwa kontaminasi radioaktif di Zona Pengecualian Fukushima dapat diukur melalui ular penghuninya.

Dilansir dari Phys, Rabu (21/7/2021), dalam studi tersebut dilaporkan bahwa ular tikus adalah bioindikator yang efektif dari sisa radioaktivitas.

Seperti burung kenari di kawasan tambang batu bara.

Untuk diketahui bahwa bioindikator adalah organisme yang dapat memberikan sinyal kesehatan ekosistem.

Di Jepang, ular tikus tergolong spesies yang melimpah dan melakukan perjalanan jarak pendek serta dapat mengakumulasi radionuklida tingkat tinggi.

Menurut para ilmuwan, gerakan terbatas ular dan kontak dekat dengan tanah yang terkontaminasi adalah faktor kunci dalam kemampuan mereka untuk mencerminkan berbagai tingkat kontaminasi di zona radiasi radioaktif di Fukushima.

Baca juga: Digigit Ular Kobra, Bocah Meninggal Saat Menuju RS

Studi pemantauan radiasi radioaktif di Fukushima dengan menggunakan ular telah dipublikasikan para ilmuwan dalam jurnal Ichthyology & Herpetology baru-baru ini.

Hanna Gerke, alumni Laboratorium Ekologi Sungai Savannah UGA dan Warnell School of Forestry and Natural Resources, mengatakan ular yang dilacak bergerak rata-rata hanya 65 meter per hari.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved