Breaking News:

Huni Sel Bersamaan, Sebanyak 9.000 Napi Positif Covid-19

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Reynhard Silitonga menyampaikan penularan Covid-19 di dalam penjara dinilai sangat cepat.

Editor: IKL
Dok. Ditjen Pemasyarakatan
Ilustrasi - Pemindahan dua narapidana bandar narkoba dari Lapas Kelas I Cipinang ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Super Maximum Security di Nusakambangan. 

"Di bawah 9 tahun, kita breakdown kembali bahwa barang bukti yang ada adalah sangat kecil. Dibawah 1 gram atau dia juga maksimal itu 3 gram."

"Inilah yang membuat menjadi overcrowding nya di lembaga pemasyarakatan. Kemudian ada 13.000 itu adalah 10 tahun keatas ini berbicara yang bandar-bandar," jelasnya.

Ia menuturkan trend penambahan narapidana juga setiap tahun semakin tidak terkendali. Dia mencatat pada 2016 jumlah penghuni lapas sebanyak 204 ribu, 2017 232 ribu, 2018 255 ribu, 2019 265 ribu dan 2021 adalah 298 ribu.

Menurutnya, trend penambahan penghuni lapas ini harus dihentikan. Jika tidak dalam 5 tahun ke depan, jumlah penghuni lapas bisa jebol hingga 400 ribu orang dari 132 ribu kapasitas lapas.

Baca juga: Setjen Sediakan Hotel untuk Isoman Bagi Anggota Dewan yang Terpapar Covid-19 Tuai Kecaman

Baca juga: 2 Harimau Sumatera Terjangkit Covid-19, Alami Gejala Sesak Napas, Flu, dan Lemas

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Waduh! 9.000 Bang Napi Positif Covid-19, Nularnya Cepat karena Berombongan Huni Sel, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/08/06/waduh-9000-bang-napi-positif-covid-19-nularnya-cepat-karena-berombongan-huni-sel?page=all.

Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved