Breaking News:

Bermalam di Rumah Gadis Pemuda Pidie Diciduk

Pasangan nonmahram yang diamankan warga seusai berkencan mengaku kepada anggota Wilayatul Hisbah (WH) Pidie sudah tiga kali melakukan hubungan

Editor: bakri
PROHABA/ MUHAMMAD NAZAR
KASATPOL PP dan WH Pidie, Farizal, memberikan bimbingan kepada pasangan nonmahram di Kantor Satpol PP dan WH Pidie, Kamis (12/8/2021). Pasangan yang dinasihati itu, MR dan MS, mengaku sudah tiga kali berhubungan badan sejak kenal tiga tahun lalu. 

SIGLI - Pasangan nonmahram yang diamankan warga seusai berkencan mengaku kepada anggota Wilayatul Hisbah (WH) Pidie sudah tiga kali melakukan hubungan suami istri atau berzina.

Saat ini, keduanya telah diamankan di Kantor Satpol- PP dan WH Pidie, untuk diproses secara hukum. Lelaki berinisial MR (21), warga Rawa, Kecamatan Pidie dan wanita berinisial AS (19), warga Gampong Menjei, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie. Berdasarkan informasi yang diperoleh Prohaba, Kamis (12/8/2021), MR dan AS ditangkap warga Gampong Meujei, Kecamatan Glumpang Tiga, Rabu (11/8/2021) sekitar pukul 00.00 WIB di depan rumah AS. Keberadaan lelaki MR di rumah AS memang telah menjadi target penangkapan warga. Sebab, warga telah memantau gerak-gerik MR yang mencurigakan dan nekat bermalam di rumah wanita AS.

Makanya, saat ke luar dari rumah AS, lelaki MR tidak berkutik dicegat warga di lorong depan rumah AS. Warga akhirnya menggelandang MR dan AS ke Mapolsek Glumpang Tiga, yang kemudian dijemput WH Pidie, Kamis (12/8/2021) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Saat MR dan MS memberikan keterangan kepada WH Pidie, Kamis (12/8/2021) keduanya mengaku telah berkenalan selama tiga tahun. Mereka bahkan mengaku telah melakukan hubungan badan tiga kali.

Satu kali di antaranya dilakukan di objek wisata Pantai Pelangi Pidie atau di depan Pendopo Bupati Pidie. Kedua pasangan ini melakukan jarimah zina itu justru pada siang hari. Kasatpol PP dan WH Pidie, Farizal AP MAP didampingi Kabid Penegakan Perundangan Daerah dan Syariat Islam, Tgk Razali, kepada Prohaba, Kamis (12/8/2021) mengatakan, perbuatan tersangka melanggar Pasal 23 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2006 tentang Hukum Jinayah juncto Pasal 37 dengan ancaman 100 kali sebat menggunakan rotan. Menurutnya, pasangan itu mengaku sudah tiga kali melakukan hubungan layaknya sami istri.

"Kita imbau kepada orang tua agar serius menjaga anaknya. Kita sangat sedih anak-anak terlibat dalam seks bebas. Pemerintah tidak mampu menjaga mereka, tanpa adanya peran optimal dari orang tua sendiri," ungkap Farizal. (naz)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved