Breaking News:

Suami Merantau, Istri Rayakan Ultah Pacar di Kamar Hotel

Meskipun sudah memiliki suami, WY (27), ibu muda asal Kecamatan Delima, Pidie, masih tetap tergoda untuk berhubungan dengan mantan pacarnya

Editor: bakri
MUHAMMAD NASIR
Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Ardiansyah S.STP, M.Si 

* Cinta Lama Bersemi Kembali

BANDA ACEH - Meskipun sudah memiliki suami, WY (27), ibu muda asal Kecamatan Delima, Pidie, masih tetap tergoda untuk berhubungan dengan mantan pacarnya. Ia sangat lihai menyembunyikan perselingkuhan dari sang suami yang merantau ke Malaysia untuk mencari nafkah.

Tapi nahas, WY tak bisa bersembunyi dari pantauan petugas Wilayatul Hisbah (WH) atau polisi syariah. Pasangan selingkuh WY (27) dan AR (23) digerebek petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh dalam razia penegakan syariat Islam, Jumat (20/8/2021) malam di salah satu hotel bintang 3 di Peunayong. Karena terbukti menginap dalam satu kamar tanpa ikatan pernikahan, kedua insan beda jenis ini digelandang ke Kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh.

Menurut pengakuan mereka, dulunya WY dan AR merupakan pasangan kekasih. Namun, hubungannya kandas, sehingga WY menikah dengan laki- laki lain yang kini bekerja di Malaysia. Namun, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, membuat sang suami sudah hampir dua tahun tak bisa pulang ke Aceh. Sejak beberapa bulan lalu, laki-laki berondong AR kembali mendekati WY. Mereka pun ‘CLBK’ (cinta lama bersemi kembali) dan semakin intens berhubungan.

“Baru dua bulan lalu dekat lagi sama dia,” ujar AR usai ditangkap. Pada, Jumat (20/8/2021) sore, mereka berangkat dari Pidie ke Banda Aceh. Mereka pun sudah merencanakan menginap di hotel. Tujuannya untuk merayakan ulang tahun AR yang jatuh pada malam itu pukul 00.00 WIB. Sebongkah kue tar dan kado spesial pun sudah disiapkan di dalam kamar hotel itu. Namun belum sempat merasakan detik-detik masuk usia 23 tahun, petugas WH sudah lebih dahulu menangkapnya satu jam lebih awal. Menurut pengakuan AR, awalnya mereka akan berangkat dari Sigli berempat, selain AR dan WY, juga akan ikut pasangan AB (21) dan kekasihnya R.

Namun menjelang berangkat, tiba-tiba R batal pergi, karena ibunya sakit. Akhirnya dengan mobil pribadi, mereka bertiga berangkat ke Banda Aceh. Tujuannya langsung ke hotel di dekat Rex Peunayong itu. Karena AB tidak memiliki pasangan, akhirnya melalui seorang perantara ia memesan seorang wanita untuk tidur dengannya, sebagai pengganti kekasihnya R yang batal pergi. Sang perantara mengirim wanita MAM alias C (23) ke hotel.

Menurut AR dan C, perempuan asal Blangpidie ini baru dikenalnya malam itu dan ia merupakan wanita yang dikenal dengan istilah cewek ‘open BO’. Malam itu AB dan C tak bisa mengelak dari dalam kamar berdua. Keduanya juga ikut digelandang ke Kantor WH. Dalam penggerebekan itu AR sempat berpura-pura lugu. Saat petugas sedang menggedor kamar AB dan C, wanita open BO. AR hanya lalu lalang di koridor hotel. Karena curiga, petugas sempat menginterogasinya.

Namun, ia mengaku tidak membawa pasangan, tapi hanya menemani AB. Awalnya petugas hanya membawa AB, C, dan AR saja ke kantor. Karena mengira jika AR hanya menemani AB dan bertugas berjaga-jaga di luar kamar. Namun setelah tiga jam di kantor WH, wanita WY yang sendirian di dalam kamar terus-menerus menelepon ke handphone AR yang sedang disita petugas. Karena WY yang di dalam kamar tidak mengetahui penggerebekan di hotel itu, akhirnya ia terus menelepon untuk mencari tahu keberadaan teman kencannya itu.

Melihat kondisi itu, petugas pun menaruh curiga. Akhirnya, Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Ardiansyah memerintahkan bawahannya untuk menginterogasi AR dan AB. Akhirnya diakui bahwa masih satu perempuan lagi yang tertinggal di hotel. Setelah mendapatkan pengakuan dan diberitahukan nomor kamar, Ardiansyah pun meminta anggota untuk menjemput wanita itu ke hotel. Saat diboyong kantor WH, WY menangis di hadapan Kasatpol PP dan WH, minta dibebaskan, karena ia ketakutan jika ketahuan oleh suami dan keluarganya. Tak terpengaruh oleh tangisnya, petugas pun menahan WY, bersama AB, AR, dan C.

Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Ardiansyah SSTP, MSi menyampaikan, mereka yang melanggar akan ditindak dan akan diberikan hukuman sesuai aturannya yang berlaku. Katanya, razia itu sebagai peran dan fungsi Satpol PP dan WH Banda Aceh dalam melakukan pengawasan dan penegakan syariat Islam di Banda Aceh. Ardiansyah mengatakan, pihaknya berkomitmen uutuk terus meningkatkan pengawasan terhadap perhotelan dan penginapan di Banda Aceh. (mun)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved