Breaking News:

Terkait Pelecehan Seksual Karyawan KPI, Komnas HAM Akan Panggil Polisi

Diduga adanya pembiaran kasus pelecehan seksual dan perundungan yang dialami MS karyawan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Nasional (Komnas)...

Editor: Muliadi Gani
Logo Komisi Penyiaran Indonesia. 

PROHABA.CO, JAKARTA - Diduga adanya pembiaran kasus pelecehan seksual dan perundungan yang dialami MS karyawan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Nasional (Komnas) HAM akan panggil pihak kepolisian dan pihak KPI.

Komisioner Komnas HAM, Bela Ulung Hapsara mengatakan pemanggilan itu karena untuk mengetahui respon KPI terhadap peristiwa tersebut sejak korban mengalami dugaan kekerasan seksual dan perundungan.

“Termasuk kita akan panggil pihak kepolisian yang menangani kasus ini.

Sebab, berdasarkan surat terbukanya, korban mengaku pernah melapor ke Polsek Gambir tapi tak ada tindak lanjut dari kepolisian,” ucap Bela Ulung Hapsara, Kamis (2/9/2021).

Polda Metro Jaya Menegaskan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pegawai KPI Ditangani Polres Jakpus.

Meski begitu, Komnas HAM belum menjadwalkan secara pasti agenda pemanggilan itu.

Sebab, saat ini, mereka memprioritaskan meminta keterangan dari terduga korban.

Baca juga: Komnas HAM Ungkap TWK di KPK Langgar Hak Asasi Manusia

Baca juga: Pelaku Pelecehan Seksual Dengan Modus Beli Bulu Mata Pancing di Abdya Dibekuk Polisi

Komnas HAM memastikan bahwa korban harus menjadi pihak pertama yang dimintai penjelasan.

“Kita prioritaskan keterangan dari korban.

Setelah itu baru kita lakukan pemanggilan untuk memeriksa terhadap pihak KPI dan Kepolisian,” ucapnya.

Dia mengatakan, Komnas HAM akan memastikan korban harus mendapatkan kepastian proses hukum yang transparan adil dan akuntable.

Artinya, kata Beka, setiap prosesnya bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan hukum yang ada.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami MS oleh pegawai kontrak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) baru-baru ini viral di media sosial Twitter.

Hingga Jumat (3/9/2021) pagi, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 70.000 kali, dibagikan lebih dari 39.000 dan dikomentari lebih dari 8.000 kali.

Korban mengaku dirundung atau di-bully selama sekitar 2 tahun, antara 2012-2014.(detik/ com/kompas.com)

Baca juga: Fakta Anak Mantan Kepala Dinas Lakukan Pelecehan Seksual, Kasih Rp 2.000 untuk Lampiaskan Nafsu

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved